Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk anak usaha BUMN go public. Tahun ini, Kementerian BUMN menargetkan setidaknya tiga anak usaha BUMN dapat melantai di Bursa Efek Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengungkapkan, terdapat beberapa entitas anak usaha pelat merah yang telah meminta izin untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Akan tetapi, pihaknya masih melihat dan mempertimbangkan kondisi pasar.”Kalau IPO tahun ini, mungkin tiga anak usaha. Paling maksimum 3 tahun ini,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut analis Semesta Indovest, Aditya Perdana Putra, kesuksesan IPO entitas anak perseroan pelat merah bergantung kepada beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi yakni tren indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2019.”Kalau IHSG kuat dan stabil, dari kondisi market berita domestik dan eksternal kondusif maka gelaran IPO BUMN anak bisa laku,” jelasnya.

Dia juga menyarankan agar melihat kondisi sektoral dari calon emiten. Kebijakan dari sisi tersebut akan mempengaruhi atensi investor untuk membeli saham IPO BUMN anak.“Momentum yang tepat bisa setelah pemilihan umum atau kondisi market sedang bullish karena banyaknya sentimen positif di pasar jadi IPO bisa laku,” tuturnya.

Asal tahu saja, sejumlah calon emiten anak BUMN menunda pelaksanaan IPO pada 2018. Dari sekitar 10 perseroan yang menyatakan minatnya, hanya 3 yang mengeksekusi aksi korporasi tersebut dan 1 hanya melakukan pencatatan saham di BEI. Adapun, emiten baru tahun lalu dari entitas anak BUMN yakni PT BRI Syariah Tbk, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk dan PT Phapros Tbk. yang melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia.

BERITA TERKAIT

Perlu Kajian Matang - HOME Batalkan Divestasi Aset Anak Usaha

NERACA Jakarta – Emiten properti dan juga perhotelan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengurungkan rencana untuk melakukan divestasi atas…

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…