Sempat Mati, XL Mencoba Keberuntungan Layanan VAS

Operator seluler PT XL Axiata Tbk mengklaim layanan nilai tambah (value added services/VAS) sudah pulih 30%, setelah sempat terpuruk akibat maraknya kasus pencurian pulsa. "Sekarang layanan VAS XL sudah kembali bangkit meskipun belum sepenuhnya pulih," kata GM Content & Application XL - Revie Sylviana Andriani, di Jakarta, Senin (12/3).

Menurutnya, ditahun lalu kontribusi layanan VAS terhadap total pendapatan XL mencapai 5-7%. Kemudian ramainya kasus pencurian pulsa yang diduga melibatkan penyedia konten, layanan VAS ibarat mati suri.

Alhasil pelanggan banyak yang tidak mengaktifkan layanan premium. Sebelumnya, BRTI melalui Surat Edaran Nomor 177/BRTI/X/2011 antara lain menginstruksikan semua operator di Indonesia menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop-screen/voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Operator juga diminta melakukan deaktivasi/unregistrasi untuk semua layanan jasa pesan premium (termasuk namun tidak terbatas pada SMS/MMS premium berlanggananan, nada dering, games atau wallpaper).

Kata Revie, VAS secara keseluruhan sudah masuk ke dalam layanan inti seperti voice, SMS, dan data. Adapun fitur layanan VAS meliputi konten aplikasi musik, ring back tone, layanan sosial network, konten aplikasi, mobile finance, XL tunai, mobile advertising, cloud hingga m-commerce.

Dia menjelaskan, sebelumnya pendapatan VAS terbesar dari musik dan RBT yang mencapai 40%, selebihnya pendapatan layanan VAS lainnya. Namun saat ini hampir seluruh layanan VAS mengalami penurunan pendapatan.

Games Lokal

Revie menjelaskan, XL terus berupaya meningkatkan layanan VAS antara lain dengan mengembangkan social games berbasis WAP. Untuk itu XL meluncurkan KotaGames, layanan bagi pelanggan untuk bermain games tanpa mengunduh atau instalasi.

XL juga menggandeng para pengembang games lokal potensial untuk ikut bersama-sama menangkap peluang bisnis pada layanan games mobile. Lima pengembang lokal tersebut yaitu Toge Production, Agathe, Gamemachi, dan Credoland dan Kota Games.

Saat ini, XL menjalin kerja sama dengan tiga layanan games internasional yaitu EA, Gameloft, dan Squarenix. Khusus KotaGames dikatakan Revie, sejak diluncurkan pada Februari 2012 diakses sekitar 50.000 pelanggan. "Dengan fitur games yang makin beragam, kami harapkan KotaGames akan diakses sekitar 500.000 pelanggan pada akhir 2012," katanya.

Dia menuturkan, peluang bisnis layanan games mobile sangat besar sejalan dengan pertumbuhan pengguna layanan sosial media di tanah air. (bani)

Related posts