Kiat Memilih Investasi Obligasi

NERACA

Zaman dahulu pandangan manusia tentang kehidupan hanya meliputi sandang, pangan dan papan. Sekarang manusia tidak hanya melihat dari aspek tersebut, namun juga memikirkan proyeksi masa depan mereka. Proyeksi yang dimaksud tidak hanya tentang konsep hidup namun juga konsep financial, misalnya investasi.

Investasi adalah kegiatan penanaman sebagian harta untuk jangka waktu tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. Seiring berjalannya waktu, cara manusia berinvestasi tak hanya dengan menggunakan uang, tetapi bisa juga berupa, saham, properti, emas, mata uang asing, obligasi dan sebagainya.

Salah satu contoh nyata berinvestasi dimasa sekarang yaitu melalui obligasi. Obligasi merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dan pemberi pinjaman (pemodal). Tips untuk investasi obligasi sebagai berikut:

Tetapkan Batas Jual Sebelum Beli

Membeli obligasi tak seperti membeli sebuah permen, harus mempertimbangkan kapan suatu obligasi akan dibeli dan kapan akan dijual. Kita perlu mempertimbangkan waktu, prospek perusahaan, dan mengetahui tingkat suku bunga obligasi.

Beli dan Tahan Portofolio Sesuai Risiko

Kita harus mengetahui betul pergerakan pasar suku bunga obligasi, agar mengerti kapan akan menahan obligasi atau kapan akan menjualnya.

Selalu Pegang Uang Tunai Dengan Jumlah yang Cukup

Obligasi bersifat kurang likuid. Oleh karena itu, kita harus memegang uang tunai untuk berjaga-jaga jika terjadi krisis.

Berinvestasi dengan Target

Saat memilih berinvestasi, jangan lupa untuk memasang target yang kita harapkan agar kita termotivasi untuk mencapai harapan tersebut. Tapi ingat, jangan memasang target terlalu tinggi.

Perhatikan Biaya Investasi, Jangan Terlalu Boros

Perhitungkan biaya investasi, jangan sampai beban investasi lebih besar daripada keuntungan bunga obligasi yang diperoleh.

Related posts