OJK “Prioritaskan” Orang Berpengalaman - Pintar Tak Penting

NERACA

Jakarta – Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu terus dipelototi masyarakat. Karena mayoritas calon DK OJK yang lolos adalah para banker. Padahal keberadaan lembaga OJK harus berani member warna industri keuangan. Namun sayangnya OJK tak membutuhkan orang padai. Tapi berpengalaman. Padahal yang paling penting adalah soal integritas. “OJK kan regulator. Dan OJK memerlukan orang-orang matang dan jadi akan itu. Biarpun pintar kalau ga pengalaman?," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta,12/2

Lebih jauh Darmin mengakui 38 orang yang masuk seleksi Dewan Komisioner OJK memang banyak berangkat dari BI dan Kemenkeu. Juga tidak ada tarik-menarik kepentingan antara kedua lembaga ini, dan seakan-akan menunjukkan siapa yang paling superior. "Proses ini perlu persyaratan yang pengalaman. Masa baru mau belajar pas masuk. Tarik-menarik Thamrin-Banteng tidak ada. Ga usah khawatir," tambahnya

Seperti diketahui, bankir yang lolos dalam seleksi tahap I calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan hanya 15% dari total pendaftar dari unsur perbankan mencapai 80 orang. Berdasarkan catatan dari 87 orang yang lolos seleksi tahap I calon komisioner OJK hanya 12 bankir yang lolos. Angka tersebut berarti hanya meloloskan 15% dari pendaftar dari unsur perbankan yang mencapai 80 orang atau 27% dari total pendaftar 290 orang.

Adapun para bankir yang lolos adalah Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (1) Deswandhy Agusman, mantan EVP-Finance & Operations PT Bank Mutiara Tbk yang juga mantan bankir PT Bank Duta (2) Doddy Setyantoko Soewito. Lalu Dirut PT Bank Harga Internasional (3) Ending Fadjar, eks bankir PT Bank Mandiri Tbk (4) Herry Daniel Pohan, dan mantan Wadirut Mandiri (5) I Wayan Agus Mertayasa.

Kemudian juga Country Executive for Indonesia BNY Mellon (6) IGN Budi Sanjaya, dan Direktur Kepatuhan PT Bank Andara (7) Irene Hamidjaja. Selain itu, Direktur Mandiri (8) Ogi Prastomiyono, Komisaris Utama (9) Peter Benyamin Stok, Wadirut Bank Mandiri (10) Riswinandi, Direktur PT Bank Agro (11) Sjahfiri Gaffar dan Komisaris PT BII Tbk (12) Umar Juoro.

Sementara itu, Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengaku tak mempersoalkan hanya 15% bankir yang lolos seleksi, meski sebelumnya asosiasi perbankan itu menginginkan unsur bankir minimal dua orang di pimpinan OJK. “Kalangan perbankan artinya kan bisa dari bank umum atau bank sentral,” ujarnya

Padahal sebelumnya, Sigit berharap dari unsur bankir yang bakal memimpin posisi puncak komisioner OJK. Adapun pada pos kepala eksekutif perbankan bisa saja dari kalangan bank sentral. **maya/cahyo

Related posts