Air Putih Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

NERACA

Menjaga kesehatan ginjal merupakan hal penting yang harus dilakukan. Betapa tidak, ginjal memiliki fungsi yang luar biasa dalam tubuh manusia, selain untuk membersihkan racun dan mengeluarkan kotoran dari darah, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah.

Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal adalah dengan minum air putih yang cukup.

Air putih yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh setiap hari akan turut memelihara kesehatan ginjal yang berarti juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Imbauan ini diserukan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dalam menyambut Hari Ginjal Sedunia yang diperingati pada 8 Maret.

Perjalanan air dalam tubuh terdiri atas tiga proses yakni diserap, disalurkan dan diperbarui. Saat air masuk dalam saluran pencernaan, air akan melewati pembuluh kapiler dan darah serta akan masuk ke dalam sel-sel darah. Air menjangkau sel dalam waktu 5 menit setelah masuk ke dalam tubuh. Setelah itu air akan mengalir dan tersebar di dalam dan di sekitar organ sel.

SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Parlindungan Siregar mengatakan, saat air telah masuk ke plasma, maka air akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. ”Semakin banyak air yang diminum, semakin cepat kadar air tubuh diperbarui."

Sedangkan, penelitian dari ’TRIP’ yang dilakukan oleh Profesor François Péronnet dari Universitas Montreal, Kanada - menemukan bahwa pada orang – orang yang mengkonsumsi air minimal 2L setiap hari, maka lama air berada di dalam tubuh berkisar antara 10-50 hari.

Penelitian yang telah dipublikasi dalam European Journal Application Physiology edisi 14 Oktober 2011 ini - menemukan bahwa tetes terakhir air yang kita minum hari ini baru akan keluar 50 hari di depan. Melihat perjalanan air dalam tubuh dan waktu yang cukup lama berada di dalam tubuh, maka kita harus benar-benar memastikan air yang kita minum memiliki kualitas yang baik.

Secara alami, manusia memiliki sepasang ginjal dan kedua-duanya memiliki fungsi yang sama. Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti biji kacang yang terletak di masing-masing sisi tulang belakang, berukuran sebesar 12 cm dengan berat 180 g.

Ginjal merupakan bagian dari sistem saluran kemih manusia. Di dalam ginjal, sampah metabolisme dan cairan yang berlebih diproses menjadi urin, yang mengalir melalui kandung kemih melalui dua tabung yang disebut uretra. Urin disimpan dalam kandung kemih sebelum akhirnya dibuang saat berkemih.

Fungsi ginjal sangat luar biasa penting bagi manusia dalam kehidupan, tanpanya kehidupan tidak mungkin dapat berlangsung. Memang manusia masih dapat bertahan hidup walau hanya dengan satu ginjal namun saat keduanya sudah tidak berfungsi, sampah metabolisme secara cepat akan menumpuk dalam darah dan menjadi racun dalam tubuh.

Hal ini akan berujung pada munculnya gejala seperti rasa lelah, mual, sulit untuk tidur, anemia, pembengkakan dan gangguan pada otot. Berkaitan dengan mekanisme air dalam menjaga kesehatan ginjal.

dr. Parlindungan mengemukakan, “Air berperan sebagai media eliminasi sisa metabolisme, sedangkan ginjal adalah organ yang berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan sisa metabolisme ini. Jika kekurangan air, maka kinerja ginjal akan menjadi lebih berat”. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab orang yang kurang minum air putih mengalami gangguan ginjal.

Lanjutnya, di dunia saat ini kasus gagal ginjal tahap akhir (end stage renal failure) meningkat. Saat ini terdapat sekitar tiga ratus penderita gagal ginjal di Indonesia. Salah satu penyebab utama gagal ginjal tahap akhir adalah diabetes melitus yang jumlahnya juga meningkat, termasuk di Indonesia.

Faktor risiko diabetes melitus antara lain adalah obesitas yang sekarang ini banyak disebabkan oleh minuman mengandung gula. ”Berbagai penelitian memperlihatkan fruktosa – salah satu jenis gula yang sering digunakan sebagai pemanis minuman - dapat menyebabkan sindroma metabolik, hipertensi, diabetes melitus hingga penyakit ginjal, padahal konsumsi minuman bergula semakin meningkat.

Chronic kidney disease (CKD) adalah kondisi di mana terjadi kerusakan permanen pada ginjal. Ginjal tidak mampu melakukan fungsinya untuk membuang sampah sisa metabolisme dalam tubuh, mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa dalam tubuh. CKD dapat berkembang cepat 2-3 bulan dan dapat pula berkembang dalam waktu yang sangat lama 30-40 tahun.

Hal ini sangat penting untuk dibatasi karena berbeda dengan makanan, seringkali kita tidak merasa bahwa kita telah mengkonsumsi gula dalam minuman secara berlebihan.” Sebuah penelitian (Strippoli, 2011) menyatakan bahwa orang yang minum air lebih dari 3.2 liter per hari memiliki risiko CKD yang rendah.

Peningkatan asupan air sekitar 3,3 L/hari memiliki kaitan dengan penurunan risiko CKD hingga 30 – 50% dibandingkan dengan asupan air 1,7L/hari. Hal tersebut dikarenakan asupan air yang masuk ke dalam tubuh dapat melindungi ginjal dari risiko kerusakan. Oleh karena itu, pencegahan CKD dapat dilakukan antara lain dengan melakukan kebiasaan mudah, yaitu dengan minum air putih yang berkualitas.

Minum air putih yang cukup telah terbukti mampu mencegah penyakit lain seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Dengan minum setidaknya 2 liter sehari maka jumlah urin yang dikeluarkan akan bertambah sehingga mengurangi konsentrasi garam dan mineral dalam tubuh. Selain itu jumlah air yang dikonsumsi harus lebih banyak saat cuaca panas atau banyak melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat.

Sementara itu, Dr.dr.Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan, “Pola hidup sehat dengan gizi seimbang yang kita terapkan haruslah memperhatikan asupan makanan dan minuman yang menunjang kesehatan ginjal."

Air merupakan zat gizi makro yang esensial karena dibutuhkan dalam jumlah besar namun tubuh tidak dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga harus diperoleh terutama dari minuman. Asupan cairan yang cukup merupakan bagian dari usaha untuk menjaga agar ginjal tetap sehat.

Pada gangguan ginjal akut, volume asupan cairan sehari yang diperbolehkan sebanyak volume urin sehari ditambah volume air yang menguap dari kulit (ditetapkan sebesar 500 mL), dengan kata lain volume urin sehari ditambah 500 mL.

Pada CKD stadium IV dan V volume asupan air maksimal sebanyak volume urin sehari ditambah 500 mL. Dalam keadaan sehat dengan fungsi yang normal asupan air harus seimbang dengan keluarannya. Asupan cairan seringkali terlupakan sebagai bagian penting dari nutrisi harian. Air merupakan zat gizi yang dikonsumsi dalam jumlah besar. Jenis minuman dengan dampak metabolisme yang paling rendah adalah air putih.

Related posts