free hit counter

Diusulkan Bentuk Lembaga Ekonomi Pan Asia

Selasa, 08/03/2011

Brifing

Diusulkan Bentuk Lembaga Ekonomi Pan Asia

Jakarta-- Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam releasenya merekomendasikan dan mengusulkan pembentukan lembaga komunitas ekonomi Pan-Asia. Selain itu pembentukan lembaga tersebut bisa memperkuat lembaga regional yang sudah ada di kawasan Asia, seperti Asean. Rekomendasi tersebut berasal dari laporan bertajuk "Institutions for Regional Integration: Toward an Asian Economic Community", yang dikeluarkan ADB dan diterima di Jakarta, Senin.

Menurut laporan ADB tersebut, institusi ekonomi Pan-Asia baru yang diusulkan antara lain Forum Infrastruktur Pan-Asia dan Lembaga Area Perdagangan Bebas Asia. Selain itu, diusulkan pula pembentukan lembaga Dialog Stabilitas Finansial Asia dan Dewan Penasihat Legal Asia, serta forum regional untuk pengadaan barang-barang konsumsi publik.

Berbagai lembaga baru tersebut dinilai dapat dikelompokkan dalam organisasi yang menaungi seperti Dewan Kerja Sama Ekonomi Asia yang juga akan berfungsi sebagai badan koordinasi pada tingkatan politik tertinggi.

Rekomendasi lainnya dari laporan itu adalah memperkuat dan merasionalisasi institusi integrasi regional yang sudah ada seperti Asean, the South Asian Association for Regional Cooperation, dan the Pacific Islands Forum.

Sebelumnya, ADB juga mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa Asia telah mendapatkan keuntungan besar dari perjanjian perdagangan bebas selama dekade terakhir tetapi kawasan itu butuh untuk mengkonsolidasikan berbagai perjanjian tersebut.

Berdasarkan laporan ADB, Asia telah menunjukkan peningkatan pesat dalam perjanjian perdagangan bebas sejak 2000. Namun, beberapa perjanjian perdagangan bebas itu dinilai sangat rumit karena diterapkan kepada sektor dan persyaratan yang berbeda, serta meningkatkan biaya bagi berbagai perusahaan yang melakuan perdagangan di banyak negara.

Untuk itu, diperlukan sejumlah langkah untuk mengkonsolidasikan berbagai perjanjian tersebut akan membantu perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. "Perjanjian perdagangan bebas akan memiliki manfaat ekonomi yang jelas. Itu tentu saja akan meningkatkan akses pasar untuk berbagai barang, jasa, keahlian dan teknologi," kata Presiden ADB, Haruhiko Kuroda.

Kuroda juga mengatakan, perjanjian perdagangan bebas juga akan membantu mengatasi sentimen proteksionis yang mengancam pemulihan perdagangan dan ekonomi Asia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengatakan, dengan kenaikan harga minyak mentah dunia ke atas level US$100 per barel, para pengusaha sudah ancang-ancang menaikan harga jual barang-barang hasil produksi industri rata-rata 5% di kuartal kedua 2011. “Ini dengan asumsi, jika harga minyak mentah dunia jenis light sweet yang dikenal sebagai West Texas Itermediate (WTI) di level US$100 ke atas per barel,” ujarnya.

Pasalnya, hanya minyak light sweet yang paling berhubungan langsung dengan industri. Apalagi, meski musim dingin di AS sudah hampir selesai, belum menurunkan permintaan atas minyak mentah dunia. “ Para pengusaha sudah melakukan antisipasi atas kemungkinan peningkatan ongkos produksi akibat harga minyak,” ucapnya.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang paling terdampak negatif harga minyak adalah yang menggunakan energi BBM paling besar seperti restoran, transportasi dan indusrti yang banyak melakukan pembakaran kimia dalam proses produksinya. **ant/cahyo