Askes Diminta Selesaikan Modal AJII

NERACA

Jakarta---Manajemen PT Askes (Persero) diminta segera menyelesaikan masalah permodalan pada anak usahanya, PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia. "Saya mendapat informasi bahwa suntikan dana Askes ke AJII berasal dari premi peserta Askes. Ini yang harus di-"clearkan"," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Minggu.

Menurut Dahlan, apakah suntikan dana sebagai penyertaan modal Askes ke AJII itu uang setoran atau utang premi harus diperjelas. "Kalau itu uang setoran Askes harus dikembalikan. Kalau itu memang premi tidak menjadi masalah," ujarnya.

Dahlan menjelaskan, dirinya sudah mengetahui laporan dari ICW dan BPJS Watch terkait pengalihan aset Askes ke AJII tersebut. "Saya sudah mengetahui laporan itu. Benar ada pengalihan dana dari Askes ke AJII, tapi sebesar Rp300 miliar, bukan Rp1 triliun seperti yang disebutkan," paparnya

Mantan Dirut PLN ini menambahkan, ada yang menyebutkan bahwa dana itu bukan berasal dari Askes melainkan dari uang premi nasabah. "Tapi, kalau uang sebesar Rp300 miliar itu merupakan dana setoran Askes maka harus dikembalikan ke Askes," ujarnya.

Karena itu ditambah Dahlan, permasalahan ini harus diselesaikan agar tidak timbul tuntutan-tuntutan di kemudian hari.

Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan telah terjadi pengalihan dana PT Askes sebesar Rp1 triliun kepada AJII. Suntikan dana tersebut disetujui Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto melalui suratnya nomor S-418/MBU.4/2011 tertanggal 28 Desember 201, menyetujui pengalihan dana Askes sebesar Rp1 triliun dengan alasan mengoptimalkan pertumbuhan usaha AJII.

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik (MPP) ICW Febri Hendri, didampingi Sekjen BPJS Watch Timbul Siregar mendatangi Kementerian BUMN. Keduanya menyerahkan dokumen terkait dugaan adanya pelanggaran yang dilakukan Askes menjelang pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Berkurangnya modal Askes ini, kata ICW, dikhawatirkan menghambat kinerja BPJS yang akan menangani jaminan sosial kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun premi yang dibayarkan Askes adalah pendapatan perusahaan, akan tetapi tidak serta merta membolehkan Kementerian BUMN dan Dirut Askes untuk menyertakan modal pada anak usaha.

Related posts