Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika Serikat, mulai tahun 2022. Teknologi tersebut memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara perangkat yang terhubung.

Dilansir Reuters, sebagaimana disalin dari Antara, teknologi baru yang disebut C-V2X, atau kendaraan seluler-untuk-segalanya itu, akan memperbanyak sensor yang digunakan dalam mobil swakemudi, membuat pandangan kendaraan dari radar dan kamera lebih komprehensif.

“C-V2X dapat melengkapi sistem ini dengan cara yang mirip sebagaimana indera pendengaran kami melengkapi visi kami,” kata Direktur Eksekutif untuk platform kendaraan yang terhubung dengan Ford, Don Butler.

Ford mengatakan pada bulan November bahwa mereka menargetkan untuk menjual kendaraan swakemudi pada tahun 2021, ketika arsitektur kendaraan baru yang dirancang khusus untuk sistem otonom diharapkan akan siap.

Teknologi baru ini akan membantu mobil dengan cepat mengirim dan menerima informasi tentang lingkungan sekitar mereka, membantu pengemudi mengetahui apa yang ada di depan mereka sebelum mereka dapat menemukannya, kata perusahaan itu.

Menavigasi pemberhentian empat arah akan menjadi lebih mudah dengan teknologi itu, kata Ford, karena kendaraan akan dapat berkomunikasi satu sama lain untuk bernegosiasi mana jalan yang paling tepat untuk dilewati.

Ford pada awal 2019 menarik kembali hampir satu juta kendaraan terkait adanya masalah dengan kantong udara (airbag) yang dapat menimbulkan risiko keselamatan penumpang. Raksasa otomotif itu pada Senin (7/1) mengumumkan bahwa penarikan tersebut berdampak pada lebih dari 953.000 kendaraan di seluruh dunia dengan inflator kantong udara penumpang Takata. Kantong udara itu berisiko dapat meledak dan menyebabkan serpihan yang beterbangan.

Penarikan Ford sebagian besar berdampak pada pemilik mobil di Amerika Serikat, karena 782.000 kendaraan ini berada di negara tersebut -- ini adalah bagian dari rangkaian penarikan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Kendaraan yang terkena dampak dari penarikan tersebut meliputi Ford Edge 2010, Lincoln MKX 2010, Ford Ranger 2010-2012, Ford Fusion 2010-2012, Lincoln MKZ 2010-2012, Mercury Milan 2010-2011, dan Ford Mustang 2010-2014.

Perusahaan menambahkan bahwa beberapa penarikan hanya dapat dilakukan di wilayah geografis tertentu di AS. Penarikan itu merupakan tanggapan terhadap fakta bahwa setidaknya 23 orang telah terbunuh di seluruh dunia oleh inflator.

BERITA TERKAIT

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel - Jual Hunian untuk Komersial

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel Jual Hunian untuk Komersial NERACA Jakarta - Meskipun telah…

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif Terus Dipacu

Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendongkrak daya saing…

Keuntungan Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen pada 2018, kata…

Amazon Ikut Tanam Modal Teknologi Swakemudi

Perusahaan e-commerce raksasa Amerika Serikat (AS), Amazon, mengikuti tren teknologi global di bidang mobil otonom (swakemudi) dengan menanamkan investasi 530…