Optimisme Investor Beri Sentimen Positif IHSG - Kesepakatan Amerika dan China

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (10/1) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat yang kembali ditopang sentimen negosiasi dagang Amerika Serikat dan China. IHSG ditutup menguat sebesar 56,47 poin atau 0,9% menjadi 6.328,71. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 12,86 poin atau 1,29% menjadi 1.009,63.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan mengatakan, optimisme investor terhadap negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China akan mencapai kesepakatan kembali memicu investor masuk pasar saham.”Aset berisiko seperti saham kembali dilirik di tengah optimisme meredanya ketegangan dagangan AS dan China," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sentimen eksternal itu, lanjut dia, juga memberi dampak positif pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Disebutkan, aliran dana asing mulai masuk ke dalam negeri salah satunya ke pasar saham dan obligasi. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan aksi beli atau "foreign net buy" sebesar Rp771,90 miliar.

Di sisi lain, dia menambahkan, sikap "dovish" the Fed terhadap suku bunga tahun ini juga turut memberi harapan bahwa perekonomian dapat tumbuh lebih baik lagi. Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham pada Kamis sebanyak 537.555 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,56 miliar lembar saham senilai Rp10,77 triliun. Sebanyak 217 saham naik, 219 saham menurun, dan 125 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional di antaranya indeks Nikkei ditutup melemah 263,29 poin (1,29%) ke 20.163,80, indeks Hang Seng menguat 59,10 poin (0,22%) ke 26.521,40, dan indeks Strait Times menguat 25,44 poin (0,81%) ke posisi 3.183,51. Sementara pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka naik 21,72 poin atau 0,35% menjadi 6.293,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,43 poin atau 0,54% menjadi 1.002,20.

Kata analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, sikap positif investor terhadap perundingan perdagangan antara AS dan China masih menjadi salah satu faktor yang memicu aksi beli saham di dalam negeri sehingga kembali menopang IHSG.”Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan masih menjadi pilihan investor," paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari Federal Reserve (Fed) yang masih bersikap "dovish" terhadap kebijakan suku bunganya dengan menyesuaikan kondisi ekonomi AS dan global turut direspon positif investor saham. Sementara Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah menambahkan, hasil pertemuan AS dengan China dalam pembicaraan mengenai perdagangan terbilang positif, sehingga mengeliminasi sentimen negatif penutupan pemerintahan AS.”Penutupan pemerintahan AS masih berlangsung, bahkan belum ada tanda-tanda akan berakhir," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…