Komposisi Investor Asing di Pasar Tumbuh 52%

NERACA

Solo – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan komposisi investor asing di pasar modal Indonesia meningkat karena membaiknya kepercayaan asing terhadap perekonomian dalam negeri.”Jika dibandingkan komposisi investor asing pada tahun 2017 sekitar 51% dan di tahun 2018 meningkat menjadi 52% dari total jumlah investor saham sebanyak 830.318 investor," kata Kepala BEI Surakarta, M Wira Adibrata di Solo, kemarin.

Meskipun di satu sisi kenaikan jumlah investor asing tersebut menggerus jumlah investor lokal, lanjut Wira, kenaikannya menjadi bukti bahwa fundamental di Indonesia dalam kondisi baik. "Kalau di tahun 2017 komposisi investor lokal sekitar 48% dan di tahun 2018 turun menjadi sekitar 47%,”ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya terus menjaga kenaikan jumlah investor lokal, di antaranya dengan aktif menyelenggarakan kelas pasar modal dan menyosialisasikan materi pasar modal di kampus-kampus. “Salah satu yang kami sasar adalah kalangan milenial dan bahkan saat ini komposisinya cukup menggembirakan, sekitar 40%,”ungkapnya.

Berdasarkan data, dikatakannya, jumlah investor di Soloraya saat ini mengalami kenaikan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 jumlah investor di Soloraya sebanyak 17.517 investor, sedangkan di tahun 2018 naik menjadi 27.940 investor. Disampaikannya, meningkatnya jumlah investor yang cukup signifikan ini juga karena memasyarakatnya jargon 'Yuk Nabung Saham', sehingga bisa menghapus eksklusivitas pasar modal hanya untuk kalangan menengah atas.

Sementara itu, dari sisi besaran transaksi pasar modal secara nasional saat ini mencapai Rp8 triliun/hari. Sedangkan jika melihat Soloraya, transaksi hanya dapat diketahui setiap bulannya, yaitu sekitar Rp3-3,5 triliun/bulan.”Untuk jumlah perusahaan sekuritas di Soloraya saat ini ada 21 perusahaan. Masing-masing dari mereka juga aktif memasarkan pasar modal dan memudahkan penyelesaian proses pembuatan rekening," katanya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Industri Makanan dan Minuman Ditaksir Tumbuh 9 Persen

NERACA Jakarta – Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada 2019 karena mendapatkan tambahan…

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…