Terumbu di Selat Pantar Diduga Rusak

Bentang dan panorama alam bawah laut Indonesia merupakan permata yang diburu oleh para penyelam di seluruh dunia. Namun sayangnya salah satu tempat favorit para penyelam di kawasan Nusa Tenggara Timur, belum lama ini didera musibah dari sebuah kapal tanker yang kandas.

Lokasi kandasnya kapal tanker Ocean Princess, merupakan zona pemanfaatan pariwisata di kawasan konservasi Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Project Executant for Lesser Sunda WWF Indonesia, Muhammad Erdi Lazuardi, mengatakan sampai saat ini belum ada investigasi lebih lanjut untuk meneliti kerusakan Selat Pantar. "Tim investigasi sudah siap, namun masih belum berangkat karena masih menunggu SK (surat keputusan) dari Kadis (Kepala Dinas) DKP (Dinas Kelautan san Perikanan) NTT," ujar dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).

Namun, Erdi melanjutkan, pada tanggal 1 Januari 2019 sudah dilakukan survei awal yang dilakukan perwakilan KKP melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang. "Survei awal menunjukkan adanya kerusakan terumbu karang. Tentunya setelah investigasi, kerusakan ini akan dikalkulasi kemudian dendanya dibebankan kepada pelaku," ujarnya."Denda itu nantinya akan digunakan untuk upaya konservasi kawasan yang mengalami kerusakan."

Setidaknya ada 26 titik menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut di kawasan SAP Selat Pantar. Beberapa yang populer di kalangan wisatawan adalah half moon bay, peter's prize, crocodile rook, shark close. SAP Selat Pantar, yang menghubungkan Pulau Alor dan Pulau Pantar, merupakan kawasan konservasi dengan luas lebih dari 276 ribu hektare.

Kondisi perairan di Selat Pantar memiliki ekosistem perairan yang menarik dengan keanekaragaman ekosistem terumbu karang yang tinggi. Mengutip situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, jenis-jenis ikan karang hias yang banyak ditemukan di perairan Kepulauan Alor antara lain butter flay fish, angel fish, ikan klon, dan ikan lepu.

Tak hanya itu saja, pada musim tertentu perairan Selat Pantar merupakan jalur migrasi paus dan lumba-lumba dari Flores menuju Samudera Indonesia. Peristiwa ini merupakan daya tarik kawasan Selat Pantar.Selat Pantar mempunyai fungsi utama sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis flora dan fauna, serta pemanfaatan untuk penelitian, pendidikan, budidaya, dan wisata khususnya wisata bahari.

Untuk menuju Selat Pantar, perjalanan bisa ditempuh dari Kupang dengan menggunakan kapal feri menuju Lanrantuka dengan waktu tempuh sekitar 13 jam. Setelah itu, perjalanan harus dilanjutkan menggunakan kapal yang lebih kecil ke pelabuhan Kalabahi, Kepulauan Alor. Penginapan dan rumah makan, bisa dengan mudah ditemukan di Kalabahi.

Insiden kapal tanker Ocean Princess yang karam di perairan Pulau Alor, Jumat (28/12), membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk tim untuk menginvestigasi kerusakan biota laut.

Ketua Tim Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Timur, Saleh Goro, mengatakan tersebut akan bergabung dengan tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, TNI Angkatan Laut, DKP, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, serta WWF Indonesia untuk bersama melakukan investigasi lapangan. "Kami masih menunggu tim dari KKP dan KLH. Mereka berjumlah 20 orang, termasuk tim ahli, untuk sama-sama berangkat ke Alor," kata Saleh Goro, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (8/12).

Ia mengatakan investigasi ini penting dilakukan, mengingat lokasi karamnya kapal berada pada wilayah Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan laut sekitarnya. Selain melakukan investigasi menyeluruh terkait kerusakan, tim ini juga akan menghitung valuasi ekonomi akibat kerusakan biota laut di wilayah perairan laut SAP."Hasil investigasi dan menghitung valuasi ekonomi akan disampaikan kepada perusahaan untuk kepentingan ganti rugi," katanya

Investigasi awal memang menemukan ada kerusakan biota laut, tetapi harus ada tim ahli yang turun ke lokasi, dan saat ini tinggal menunggu tim dari JakartaOcean Princess karam di wilayah perairan laut sekitar Desa Aemoli, pesisir kepulauan Alor, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, dalam pelayaran dari Dili, Timor Leste menuju Singapura.

Kapal berbendera Kepulauan Cook tersebut membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Kapal yang dinahkodai Kapten Ahira Sroyer itu disertai 18 anak buah kapal (ABK). Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar merupakan destinasi wisata kebanggaan masyarakat Alor, tempat ini layaknya surga bagi mereka yang berhobi diving.

Ada 26 titik menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut dari Selat Pantar Alor. Beberapa yang populer adalah half moon bay, peter's prize, crocodile rook, shark close.

BERITA TERKAIT

Jalan Rusak di Kota Bekasi

Apabila melintas di Jalan Bambu Runcing, Bekasi Timur, Bekasi Kota, akan merasakan kondisi jalan yang tidak mulus alias sebagian besar…

Angin Puting Beliung Rusak 50 Rumah dan Satu SPBU - KABUPATEN SUKABUMI

Angin Puting Beliung Rusak 50 Rumah dan Satu SPBU KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Sebanyak 50 unit rumah milik warga,…

KPK Identifikasi 20 Proyek SPAM Diduga Terjadi Praktik Suap

KPK Identifikasi 20 Proyek SPAM Diduga Terjadi Praktik Suap NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi adanya 20 proyek…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ekowisata Kalimantan, Cara Pelesir Asyik di Paru-paru Dunia

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2014-2015 setidaknya 0,82 juta hektare (Ha) hutan Indonesia hilang pertahunnya akibat…

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…