Anggaran Penelitian Indonesia Cuma 0,07% dari PDB

NERACA

Jakarta – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Syamsul Maarif menilai Inovasi memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Bahkan inovasi adalah kunci kemajuan ekonomi suatu negara karena inovasi akan menaikkan daya saing. “ketika suatu negara mempunyai daya saing tinggi maka investasi akan berkembang secara pesat, disaat itu pula pertumbuhan ekonomi suatu bangsa akan terangkat,” kata Syamsul Maarif di Jakarta.

Menurut Syamsul, salah satu faktor penting adalah kegiatan penelitian dan pengembangan. “Bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya, anggaran belanja untuk Litbang masih kurang dari 1% dari PDB yaitu sebesar 0,07%. Sedangkan pemerintah Jepang dan Korea telah menetapkan belanja untuk Litbang sebesar 0,3% dan 0,4% dari PDB. Dalam kurun waktu 40 tahun, APBN kita telah naik 4000 kali akan tetapi kenaikan untuk belanja litbang hanya naik sebesar 400 kali,” imbuhnya.

Tidak hanya anggarannya saja yang minim, tambah Syamsul, jumlah peneliti di Inonesia masih dibawah urutan negara tetangga. Data tahun 2008 menyebutkan jumlah peneliti Indonesia mecapai 42.722 orang. “jumlah peneliti kita mencapai 199 peneliti untuk 1 juta penduduk. Sedangkan di Singapura mencapai 5000 peneliti untuk 1 juta penduduk dan di Malaysia 503 peneliti untuk 1 juta penduduk. Setidaknya jumlah peneliti juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan inovasi,” lanjutnya.

Sejalan dengan jumlah peneliti, ujar dia, Indonesia juga kecil dibindang publikasi karya ilmiah. Jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan di Indonesia hanya 0,9 artikel per 1 juta penduduk. “bila dibandingkan dengan Singapura yang bisa mencetak 831 artikel, Malaysia mencetak 24 artikel dan Thailand yang mencetak 20 artikel per satu juta penduduk,” imbuhnya. **bari

Related posts