Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan

NERACA

Jakarta - Konsultan properti, Colliers International, menyatakan pasar properti yang terdapat di wilayah Jakarta saat ini menunggu adanya momentum untuk pemulihan terutama setelah penyelenggaraan pada Pemilu 2019.

"Pasar properti Jakarta sekarang menunggu momentum untuk pemulihan, setidaknya setelah beberapa bulan setelah pemilu," kata Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam rilis yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (9/1).

Menurut dia, meski mengalami stagnasi, tetapi pasar properti di Jakarta dinilai tetap tidak bisa ditandingi oleh pasar yang ada di negara berkembang lainnya. Ferry mengingatkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi finansial pada saat ini sudah memulai untuk memperluas dengan mencari ruang kerja baru yang lebih besar.

Sebelumnya, Colliers International menyatakan bahwa kondisi perkantoran di wilayah Jakarta dinilai masih stagnan antara lain karena banyaknya pasokan perkantoran baru di Ibu Kota."Secara umum belum ada perubahan signifikan, artinya kondisi sekarang masih mrerfleksikan kondisi pada kuartal sebelumnya. Kami perkirakan sampai akhir tahun 2018, tingkat hunian perkantoran di CBD (sentrabisnis) di Jakarta kemungkinan akan terus turun," kata Ferry Salanto, dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut dia, salah satu penyebab dari fenomena tersebut adalah proyeksi suplai atau pasokan perkantoran yang sangat besar pada tahun 2018 ini, yang diperkirakan mencapai sekitar 600 ribu meter persegi. Padahal, Ferry mengingatkan bahwa volume aktivitas sewa menyewa di ruang perkantoran Jakarta masih lebih kecil dibandingkan volume pasokan perkantoran yang masuk sehingga dinilai belum ada titik keseimbangan.

Ia juga mengungkapkan, karena banyaknya pasokan perkantoran yang masuk maka kemungkinan jumlah tingkat hunian perkantoran di wilayah Jakarta akan turun sampai sekitar 80 persen, dari posisinya pada saat ini sekitar 82,8 persen.

Ferry juga memaparkan, pada tahun ini juga dipenuhi dengan berbagai sentimen faktor nonteknsi antara lain kondisi tahun politik yang juga mempengaruhi perilaku investor properti. Berbeda dengan di CBD atau sentrabisnis Jakarta, di kawasan non-CBD tingkat okupansi dinilai masih tinggi, tetapi baru akan terasa pada tahun depan karena pasokan akan bertambah di non-CBD terutama pada 2019."Tahun depan dengan pasokan yang cukup tinggi, okupansi juga diperkirakan akan turun menjadi 80 persen pada 2019," kata dia.

Secara keseluruhan, ujar dia, kombinasi besarnya ruang kantor yang belum terserap dan tambahan gedung kantor baru akan membuat kinerja pasar perkantoran di Jakarta semakin tertekan terutama kepada tarif sewa dan tingkat hunian. Untuk itu, Ferry merekomendasikan kepada pemilik properti perkantoran di Jakarta agar dapat lebih fleksibel dan menawarkan beragam insentif kepada calon penyewa. Mohar

BERITA TERKAIT

Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Lebih Positif di 2019

NERACA Jakarta – Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun…

Penetrasi Pasar Lebih Luas - Comforta Bangun Pabrik di Kalimantan Timur

NERACA Samarinda -Comforta Springbed, kasur pegas terkenal di Singapura dan Indonesia melakukan ekspansi bisnisnya lewat perluasan pabrik di Samarinda Central…

Komposisi Investor Asing di Pasar Tumbuh 52%

NERACA Solo – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan komposisi investor asing di pasar modal Indonesia meningkat karena membaiknya kepercayaan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan NERACA Jakarta - Konsultan properti, Colliers International, menyatakan pasar properti yang terdapat di wilayah…

Hotel Indonesia Natour Kelola 12 Hotel Tambahan

Hotel Indonesia Natour Kelola 12 Hotel Tambahan NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) mulai awal tahun ini mengelola…

Perluas Ekspansi KPR, BRISyariah Gandeng Ciputra Group

Perluas Ekspansi KPR, BRISyariah Gandeng Ciputra Group NERACA Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah memperluas ekspansi kerjasamanya dengan…