Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada tahun ini.

Perangkat, yang berasal dari sejumlah produsen peralatan asli (OEM) global tersebut, akan menampilkan platform mobile Snapdragon 855 dan modem Snapdragon X50 5G.

Selain itu, semua pelanggan OEM dan hampir semua perangkat yang terkait dengan desain 5G ini menggunakan solusi Qualcomm RF Front End (RFFE). “Kami percaya bahwa hampir semua perangkat seluler 5G yang diluncurkan pada 2019 akan dibangun di atas solusi 5G Qualcomm Technologies,” kata president, Qualcomm Incorporated, Cristiano Amon, dalam pernyataan tertulisnya.

Amon mengatakan bahwa 5G akan membuka jalan bagi pengalaman mendalam untuk generasi mendatang, termasuk akses instan ke layanan cloud, game VR multi-pemain, belanja dengan AR, dan kolaborasi video real-time. “Dunia siap untuk pengalaman premium smartphone 5G dan Qualcomm Technologies, bersama dengan OEM, operator dan mitra infrastruktur kami, akan menjadi yang pertama memberikan pengalaman tersebut pada 2019,” ujar Amon.

Platform Mobile Snapdragon 855 adalah platform mobile 5G komersial pertama yang dirancang untuk memungkinkan gelombang asli perangkat mobile 5G komersial dimulai pada awal 2019.

Dengan modem Snapdragon X50 5G dan solusi Qualcomm RFFE, perangkat yang didukung oleh platform mobile Snapdragon 855 mendukung kedua sub -6 dan spektrum mmWave, yang memungkinkan kecepatan multi-gigabit dan latensi rendah yang akan membuka pengalaman transformatif 5G.

Kesiapan Indonesia

Saat ini sudah ada beberapa negara yang menyatakan kesiapannya untuk menyambut teknologi 5G, seperti Amerika Serikat, Korea, China, Jepang, dan beberapa negara Eropa lainnya. Pertanyaannya sekarang, kapan Indonesia masuk ke jajaran negara yang siap menyambut teknologi jaringan super cepat dengan latency rendah tersebut? Lantas. Seperti apa kesiapan di Indonesia, Qualcomm Indonesia memberikan pandangannya soal kesiapan Indonesia dalam menyambut teknologi 5G.

Menurut Senior Manager Marketing Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto, pihaknya optimis dengan implementasi teknologi 5G di Indonesia, karena mereka akan siap untuk memberikan dukungan dari sisi teknologinya.

Namun dikatakannya, semuanya tergantung dengan pemerintah untuk menentukan kapan Indonesia siap mengadopsi teknologi 5G. Ia juga mengatakan, bahwa pemerintah pun harus benar-benar memastikan spektrum frekuensi yang akan digunakan untuk 5G ke depannya. Jika sudah, kemudian giliran operator Indonesia yang mempersiapkan teknologinya. “Itu benar-benar area pemerintah untuk menentukan. Qualcomm optimis, dan apabila pemerintah membutuhkan itu (teknologi 5G), Qualcomm akan support dari sisi teknologi. Area Qualcomm dari segi chipset saja yang ready untuk digunakan oleh para OEM,” katanya.

Qualcomm sendiri baru-baru ini telah merilis prosesor mobile terbaru yang mendukung teknologi 5G, yakni prosesor Snapdragon 855. Kemampuan mendukung teknologi 5G tidak terlepas dari adanya modem X50 yang dipasangkan dengan 4 modul antena QTM052 mmWave untuk meningkatkan jangkauan sinyalnya.

Susanto mengungkapkan, modem X50 itu disematkan terpisah dari chipset Snapdragon 855. Sebab, secara default Snapdragon 855 sudah memiliki modem X24 LTE yang mendukung kecepatan sampai 2 Gbps dan teknologi Wi-Fi 6 dengan kecepatan maksimal sampai 10 Gbps dengan delay yang kecil.

Sehingga, smartphone dengan Snapdragon 855 bakal mendukung kemampuan jaringan multi-mode yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan konektivitas ganda antara 4G dan 5G. “Jadi, apabila di Indonesia belum siap 5G, maka brand smartphone yang akan merilis produknya dengan Snapdragon 855 bisa mempertimbangkan tidak menyertakan modem X50,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

BPS: Nilai Ekspor Sumsel Turun 1,94 Persen Maret 2019

BPS: Nilai Ekspor Sumsel Turun 1,94 Persen Maret 2019 NERACA Palembang - Nilai ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) pada Maret 2019…

Taiwan Pamerkan Produk Unggulannya di Zumba Fest 2019

    NERACA   Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dibawah pengawasan Bureau of Foreign Trade (BOFT) of…

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet)  menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…