Ekonomi Indonesia Harus Segera Diselamatkan

NERACA

Tangerang— Pemerintah harus bisa segera mengambil kebijakan drastis. Masalahnya saat ini harus ada kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi dari keterpurukan terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Soal kenaikan BBM ya kita tunggu saja bagaimana dari pemerintah nanti, yang penting sekarang kita harus bisa menyelamatkan ekonomi," kata mantan Wapres Jusuf Kalla, di Tangerang

Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah harus bisa menyelamatkan ekonomi dari keterpurukan terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Soal kenaikan BBM ya kita tunggu saja bagaimana dari pemerintah nanti, yang penting sekarang kita harus bisa menyelamatkan ekonomi," tambahnya

Kendati demikian, JK menggarisbawahi bahwa bila pemerintah harus terus-terusan memberikan subsidi yang begitu tinggi, maka akan dikhawatirkan pembangunan akan terkendara. "Kalau subsidi BBM tinggi maka nanti bagaimana akan membangun jalan, sekolah dan infrastruktur lain. Maka jangan hanya dilihat dari naiknya saja," tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah rencananya akan menaikkan harga BBM pada April mendatang. Terkait rencana kenaikan harga BBM yang akan dicanangkan oleh pemerintah nanti, maka pemerintah pun berencana untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang tidak mampu berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp150 ribu.

BLSM yang rencananya akan dibagikan selama sembilan bulan tersebut diharapkan akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan penerima, dapat didistribusikan secara tepat serta tidak menyebabkan distorsi harga pasar.

Adapun sasaran dari program tersebut mengacu pada data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, yaitu 30% kelompok rumah tangga ekonomi terbawah yang jumlahnya mencapai sekira 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).

Sebelumnya, Gubernur BI, Darmin Nasution mengatakan BI berupaya menjaga Indonesia dari dampak negatif akibat melemahnya perekonomian Eropa dan Amerika. Bahkan pelemahan di dua kawasan tersebut harus diwaspadai meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif. Upaya BI, menurut Gubernur BI, di antaranya dengan terus menurunkan tingkat suku bunga acuan BI atau BI Rate meski secara perlahan. “Intinya adalah apa yang kita lakukan memberikan dasar, fondasi agar ekonomi kita kemudian tidak terpengaruh terlalu jauh dengan krisis yang terjadi di dunia, tidak terpengaruh terlalu jauh tertarik ke bawah pertumbuhannya, tidak terpengaruh terlalu jauh ekspornya terlalu terpukul, itu semua kita pertimbangkan, memang bukan tidak ada cost-nya itu semua, mana ada yang gratisan di bawah kolong langit ini,” ujarnya

Sementara, menurut Presiden Direktur Center for Banking Crisis, Ahmad Denny Danuri, lambatnya pergerakan ekonomi Indonesia disebabkan oleh tidak adanya koordinasi yang baik antara kebijakan pemerintah, BI dan perbankan. Dia menilai pemerintah seolah kurang perhatian terhadap kebijakan-kebijakan BI dan pemerintah merasa bahwa kebijakannya adalah yang paling kuat. cahyo

Related posts