BUMN Jangan Cuma Kejar Dividen

NERACA

Jakarta—Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) boleh-boleh saja naik setiap tahun. Namun BUMN juga diminta jangan hanya sekedar mengejar deviden saja. Masalahny, keberadaa BUMN sangat dibutuhkan dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia. "Mindset BUMN itu harus dirubah. Jangan hanya memikirkan deviden saja," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta,

Menurut Hatta, pola pemikiran atau penilaian BUMN selama ini haruslah diubah karena BUMN-BUMN di Indonesia memiliki kemampuan untuk mendukung pembangunan perekonimian di Indonesia. " Tapi bagaimana kontribusinya untuk masyarakat. Jadi BUMN itu harus digerakan,"ungkapnya

Hatta melanjutkan, menurutnya, potensi dan kontribusi BUMN untuk pembangunan perekonomian di Indonesia ini sangat banyak agar dapat menjadi pendorong utama perekonomian di Indonesia. "Capital Expenditure (Capex) dan Operating Expenditure (Opex) BUMN tersebut nilainya hampir sama dengan APBN. Misalnya biaya opex BUMN saja hampir Rp1.200 triliun. Bayangkan saja kalau kita cut 10 persen saja sudah ada Rp120 triliun,dan dari potongan itu kita bisa buat apa saja guna mendukung pembangunan perekonomian," kata Hatta.

Meski begitu, Hatta menuturkan kontribusi swasta nasional juga tidak kalah pentingnya. "Maka dari itu swasta nasional dan BUMN kita harus saling bersinergi anatara satu sama lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membuka kantor perwakilan BUMN di negera Myanmar. Hal ini dilakukan guna mengamati bisnis apa saja yang bisa dijajaki di Myanmar. "Tugasnya megamati bisnis apa saja apa yang sebaiknya dimasukin BUMN. Sekarang membuat kantornya. Tahun ini baaru mulai Menancapkan kaki di sana," paparnya

Menurut Dahlan, tugas tim kantor yang ada di Myanmar akan menginventarisir peluaang-peluang apa saja yang bisa dikembangkan di Myanmar tahun depan. "Misalnya kontruksi, bisnis lain yang bisa dibuka di sana, dan seterusnya. Itu tugas mereka nanti di sana. Mereka akan melaporkan kepada kita," paparnya.

Adapun latar belakang dibukanya kantor perwakilan BUMN di Myanmar tersebut karena Myanmar dinilai bisa seperti sekarang ini, karena jasa dari Indonesia. "Myanmar ini kan menjadi baik karena jasa Indonesia. Nah, tentu jangan sampai kita sudah menolong Myanmar,tapi katakanlah ketika Myanmar ekonominya bagus nanti yang memanfaatkan perusahaan-perusahaan dari luar Indonesia,"jelasnya.

Selain itu, kata Dahlan lagi, Indonesia memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan demokrasi dan pengembangan ASEAN. Apalagi Myanmar bisa masuk karena dukungan Indonesia. “Misalnya Amerika Serikat (AS) dan negara-negara besar itu kan menentang Myanmar masuk ke Asean. Tapi, menurut Indonesia tidak masalah lah Myanmar masuk kedalam ASEAN. Nah, kemudian nanti perdamaian di sana, rekonsialisasi di sana, demokratisasi di sana," pungkasnya. **bari/cahyo

Related posts