KPK Langsung Monitoring Dana Bansos - Kabupaten Kuningan

Kuningan – Di tahun anggaran 2012 ini, Kabupaten Kuningan akan mendapat kucuran dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp9 miliar dan hibah Rp1 miliar rupiah. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan bisa tereallisasi pada pertengahan Maret ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuningan, Apang Suparman, menjelaskan, dana bansos itu diperuntukkan bagi organisasi, kelompok ataupun lembaga yang membutuhkan bantuan untuk kegiatan sosial. “Sedangkan dana hibah diperuntukkan bagi perorangan atau warga yang membutuhkan perhatian sosial,” ujarnya.

Sementara hibah Rp1 miliar untuk Kuningan tersebut, menurut Apang, akan dipergunakan untuk pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), karena Rutilahu di Kuningan sendiri jumlahnya masih cukup banyak. Sebelum direalisasi, pihak BPKAD melakukan sosialisasi atas tata cara penerimaan dan penyaluran bantuan tersebut.

Sosialisasi itu sendiri dilakukan selama tiga hari, dan terakhir pada Jumat (9/3), di Aula Dispenda. Sasarannya kepada sebanyak 200 penerima bansos dan hibah di seluruh Kuningan.

Di tempat terpisah, Kasi Direktorat Jenderal Anggaran Daerah Kementrian Dalam Negeri, Murwoto, menjelaskan, dalam peraturan baru No. 32 tahun 2011 tentang pedoman bantuan hibah dan bantuan sosial, kedua item itu harus dipayungi oleh peraturan kepala daerah (Perkada).

“Ini sesuai kajian KPK. Begitu pula dalam monitoring dan evaluasi bantuan hibah dan bantuan sosial dilakukan langsung oleh KPK. Sementara, yang berhak mendapat bantuan hibah dan sosial itu berbeda. Kalau hibah bisa diperuntukan bagi pemerintah daerah, perusahaan daerah, masyarakat dan ormas. Sementara, kalau bantuan sosial untuk individu, masyarakat atau kelompok yang kemungkinan bisa terjadinya resiko sosial,” paparnya.

Saat ini pemerintah telah menetapkan, hibah bisa diperuntukan bagi organisasi profesional olahraga, dalam hal ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Melalui peraturan baru tersebut Murwoto berharap, kedepan kajian APBD lebih cermat, tepat waktu dan tepat sasaran. Begitupula dalam alokasi dana hibah dan bantuan sosial, benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. (nung)

Related posts