Kredit Investasi Tumbuh 70,96% - Di Surakarta

NERACA

Solo—Bank Indonesia menjelaskan kredit investasi di eks Karesidenan Surakarta mengalami pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 70,96% (yoy) menjadi Rp3,38 triliun pada Januari 2012. "Setelah itu disusul kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 17,77 persen (yoy) menjadi Rp17,52 trilun dan kredit konsumsi tumbuh 17,49 persen (yoy) menjadi Rp8,84 triliun," jelas Kepala Kantor Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono di Solo.

Pertumbuhan kredit investasi tersebut, menurut Doni P Joewono, antara lain disebabkan oleh kecenderungan penurunan suku bunga kredit investasi yang terjadi mulai 2012. Selain itu kegiatan ekonomi di kota Solo sangat dinamis dan mempunyai prospek baik untuk berinvestasi. "Tingginya pertumbuhan kredit investasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Dikatakan Doni, indikator tingkat intermediasi perbankan yakni Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Januari 2012 menunjukkan presentase 96,30%. Hal itu mengindikasikan bahwa hampir seluruh simpanan masyarakat pada perbankan di eks Karesidenan Surakarta disalurkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan. "Kualitas kredit tetap terjaga yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) Gross sebesar 2,96%," terangnya

Sementara itu, kata Doni, seiring diturunkannya BI Rate secara beruntun dari sebelumnya sebesar 6,50% pada Oktober menjadi 6,00% mulai November 2011, dan kembali turun menjadi 5,75% pada Februari 2012. Sehingga diharapkan terjadi penurunan bunga bank, baik simpanan maupun kredit akan terus berlanjut.

Bunga Bank Umum pada Januari 2012 cenderung turun. Suku bunga tertimbang untuk DPK pada Januari 2012 menurun menjadi sebesar 3,54% lebih rendah dari Desember 2011 sebesar 3,59%. **cahyo

Related posts