Total Klaim Asuransi Jiwa Rp55,21 T

NERACA

Jakarta--- Kinerja asuransi jiwa nasional dari total klaimnya mencapai Rp55,21 triliun pada 2011 atau meningkat sekitar 13,37% disbanding periode yang sama 2010 yang sebesar Rp48,70 triliun. "Polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) berjumlah Rp6,41 triliun atau 11,61% dari total klaim naik sebesar 35,98% dibandingkan sebelumnya Rp4,71 triliun," kata Ketua Bidang Keanggotaan dan Komunikasi AAJI Albertus Wiroyo di Jakarta

Menurut Wiroyo, klaim yang dibayarkan pihak asuransi kepada nasabahnya meliputi polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp39,78 triliun atau 72,21 persen dari total klaim naik sebesar 23,97% dibandingkan dengan sebelumnya Rp32,13 triliun.

Lalu dari sisi lain-lain sebesar Rp5,32 triliun atau 9,63 persen dari total klaim turun sebesar 35,98% dibandingkan sebelumnya Rp8,30 triliun. Sementara klaim meninggal dunia sebesar Rp3,62 triliun atau 6,55% naik sebesar 2,68% dibandingkan sebelumnya Rp3,52 triliun. Di sisi lain, aset asuransi jiwa nasional mencapai Rp225,25 triliun, meningkat sebesar 28,88% dibandingkan sebelumnya Rp174,77 triliun.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengunkapkan sekitar 43 perusahaan asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan Rp110,61 triliun pada kuartal IV-2012, tumbuh 7,99% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp102,43 triliun. Dari total pendapatan di triwulan kuartal IV, total pendapatan premi menjadi penyumbang terbesar yakni Rp94,43 triliun atau tumbuh 24,28% dibandingkan dengan 2010 sebesar Rp75,98 triliun.

Menurut Hendrisman, pendapatan premi terdiri dari pendapatan premi produksi baru (new business premium) mencapai Rp67,65 triliun meningkat 28,45% dibanding 2010 sebesar Rp52,66 triliun. "Yang menarik adalah, pada pendapatan premi new business, premi tradisional telah menyaingi pendapatan premi unit linked, pada kuartal IV-2011 premi new business tradisional Rp33,90 triliun tumbuh 71,2% dari kuartal IV-2010 Rp19,80 triliun, sedangkan pendapatan premi new business dari unit linked hanya tumbuh 2,68% menjadi Rp33,73 triliun pada kuartal IV-2011 dari posisi Rp32,85 triliun pada kuartal IV-2010," katanya. *maya

Related posts