Penyaluran Dana Bergulir Terus Diperluas - Kemenkop Gandeng 4 Bank

NERACA

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng dan merintis kerja sama dengan berbagai instansi untuk memperluas penyaluran dana bergulir. "Kami sedang merintis untuk mengadakan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai instansi," kata Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial, di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan catatan, hingga 5 Maret 2012 tercatat jumlah penyaluran dana bergulir telah terserap mencapai Rp31,66 miliar dari target penyaluran tahun 2012 sebesar Rp1,3 triliun.

Kemas menambahkan, instansi-instansi dimaksud di antaranya, dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) POLRI, serta berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Selain sebagai upaya perluasan penyaluran dana bergulir, rintisan kerja sama itu juga bertujuan sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan UKM, serta meningkatkan pengawasan dalam penyaluran dana bergulir. "Patut diketahui, pada 2011 kami telah menciptakan terobosan baru dengan mengadakan MoU bersama perusahaan-perusahaan Perbankan Nasional," katanya.

Sejumlah perbankan nasional yang telah digandeng di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT. Bank Tabungan Negara Tbk.

Di samping itu, LPDB- KUMKM juga menjalin kerjasama dengan Perusahaan Umum Pegadaian dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). "Bentuk terobosan-terobosan di atas merupakan bukti peran aktif LPDB-KUMKM dalam memperkuat permodalan koperasi dan UKM di Indonesia, sekaligus upaya pemanfaatannya dalam rangka mendukung program pemerintah yakni menciptakan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat guna memperkokoh perekonomian nasional," katanya.

Menurut dia, kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) tersebut akan terus dikembangkan oleh LPDB-KUMKM ke depan. "Ini dilakukan sebagai upaya pencapaian komitmen dalam memberikan pelayanan yang professional, merata, mudah, murah serta cepat kepada mitranya, yakni koperasi dan UKM," katanya.

Ia mengatakan, rencananya dalam kerjasama LPDB-KUMKM dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mekanismenya tetap mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) LPDB-KUMKM. PIP mendukung LPDB-KUMKM dalam bentuk bantuan pemberian pembiayaan/pinjaman yang akan disalurkan kepada koperasi dan UKM. "PIP akan menyalurkan dana pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan UKM dalam bentuk modal investasi melalui rekomendasi dan pengawasan dari LPDB-KUMKM dengan pola joint finance, linkage, dan lain sebagainya," katanya.

Menurut Kemas Danial, program itu dinilai cukup efektif mengingat besarnya jumlah permintaan pinjaman dari koperasi-koperasi dan UKM di Indonesia sangat signifikan. "Jumlah permintaan yang mengantri dana bergulir LPDB-KUMKM sampai dengan Februari 2012 telah mencapai kurang lebih 5.700 proposal, dengan total pengajuan mencapai kurang lebih Rp 19 triliun," kata Kemas.

Alasan keterbatasan modal menjadi salah satu kendala LPDB-KUMKM belum mampu memenuhi seluruh permintaan koperasi dan UKM tersebut.

Merespon permasalahan itu yakni kebutuhan koperasi yang tinggi, sementara dana kelolaan LPDB masih rendah, maka LPDB-KUMKM terus mencari inovasi serta strategi dalam memperoleh suntikan dana segar dari pihak lain. "Mengingat semakin meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan belakangan ini, mengharuskan LPDB bekerja lebih giat lagi untuk menyelesaikan permasalahan di atas serta mendukung pemerintah terutama dalam perkuatan permodalan khususnya untuk koperasi dan UKM," tambahnya.

Selain kerjasama pengelolaan dana dan fasilitas kredit investasi melalui penyaluran kredit dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), pihaknya juga menjajaki kerjasama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).

Kerjasama itu merupakan upaya LPDB dalam meningkatkan fungsi pengawasan serta monitoring dan evaluasi (Monev) dana bergulir yang bertujuan untuk menekan angka kemacetan atau tingkat Non-Performing Loan (NPL) serendah mungkin.

Di sisi lain, LPDB-KUMKM juga akan mengadakan terobosan melalui kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi di tanah air di antaranya dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta universitas lainnya sebagai upaya terkait dengan pengembangan inkubator bisnis dan calon wirausaha.

Sementara dari sisi penyaluran dana bergulir, sejak 2008 hingga 5 Maret 2012, pihaknya telah mencairkan dana pinjaman/pembiayaan sekitar Rp1,7 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada sebanyak 966 mitra LPDB-KUMKM dengan target penyaluran pada 2012 diperkirakan mencapaiRp 1,3 triliun.

Secara spesifik, pada 2008 tercatat sebanyak 2.721 UMKM telah menerima dana bergulir yakni sebesar Rp35,12 miliar. Kemudian pada 2009, penyaluran dana bergulir meningkat menjadi Rp210,42 miliar yang diserap oleh 91.930 UMKM yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Pada 2010, dana pinjaman yang telah digulirkan LPDB-KUMKM sebanyak Rp 410,90 miliar diserap oleh 42.093 UMKM. Dan pada 2011, dana pinjaman yang telah digulirkan LPDB-KUMKM sebanyak Rp1,014 triliun yang diserap oleh 102.032 UMKM. **rin

Related posts