Sejumlah Proyek Terkendala Lantaran Tak Ada Dana - Swasta Beralasan Terhambat Lahan

Swasta Beralasan Terhambat Lahan

Sejumlah ProyekTerkendala Lantaran Tak Ada Dana

Jakarta—Sejumlah proyek infrastruktur pemerintah ditengarai terkendala lantaran pihak swasta yang memenangkan proyek tersebut tak punya dana. Namun selama ini swasta selalu beralasan terhambat soal pembebasan lahan. “Semua proyek BUMN juga terkendala lahan, tapi jangan kemudian investor-investor yang nggak punya equity itu jadi alasan kendala lahan. Dia juga nggak punya duit kok," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widyatin di Jakarta,7/3.

Bahkan Sumaryanto mengancam akan mengambil alih proyek infrastruktur yang kelihatan mandeg, alias jalan ditempat. Namun melalui proses yang sesuai dengan mekanisme. “Kalau mereka nggak jalan Jasa Marga ambil. Tapi semua prosesnya harus due dilligence," tambahnya.

Dia mencontohkan, salah satunya adalah proyek tol Surabaya-Mojokerto yang bebas dari perlakuan khusus oleh pemerintah. Seperti dahulu (tol) Surabaya-Mojokerto tak jalan, tapi dipegang Jasa Marga jalan.

Yang jelas, kata Sumaryanto lagi, Kementerian BUMN mengklaim proyek-proyek infrastruktur yang dilakukan pihaknya bebas dari tekanan pihak mana pun. "Saat ini banyak BUMN yang memperbaiki diri. Jasa Marga itu GCG (Good Corporate Governance) beneran, bukan ecek-ecek, jadi nggak ada tender yang dipaksa oleh kekuatan mana pun," terangnya.

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menandatangani 13 berita acara evaluasi terhadap 24 proyek jalan tol yang telah menyelesaikan pembahasan internal perusahaan terkait kemampuan untuk melanjutkan proyek pembangunan infrastruktur tersebut.

Badan usaha jalan tol (BUJT) yang telah menyelesaikan pembahasan internal tersebut yaitu ruas Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Kertosono-Ngawi, Mojokerto-Surabaya, JORR W2, Ciawi-Sukabumi, Waru-Tanjung Perak, Pasuruan-Probolinggo, Bekasi-Kampung Melayu, Bogor Ring Road, Kuciran-Serpong, Cengkareng-Kunciran, Cinere-Serpong.

Kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali mengatakan BUJT yang telah ditandatangani berita acara evaluasinya tersebut yaitu investor yang telah menyelesaikan pembahasan terkait penambahan modal, pencarian partner, dan rencana bisnis kepada pemegang saham.

Sementara itu untuk 11 investor jalan tol, masih belum menyelesaikan pembahasan internal antara perusahaan dengan mitra bisnis atau investor terkait dengan perubahan pemegang saham baru, setelah adanya proses kerja sama untuk menyelesaikan proyek jalan tol tersebut.

Lebih jauh Ahmad Ghani mencontohkan seperti ruas jalan tol Gempol-Pandaan milik PT Margabumi Adhikaraya yang tengah membahas kerja sama penyelesaian proyek jalan tol sepanjang 13,61 kilometer dengan PT Jasa Marga (Persero). "Masih ada 11 proyek yang belum ditandatangani berita acara evaluasinya karena masih menyelesaikan pembahasan di internal perusahaan, seperti Gempol-Pandaan itu. Kan Jasa Marga akan masuk, sehingga terjadi perubahan komposisi pemegang saham," tuturnya.

Menurut dia, pembahasan proses kerja sama dan pemenuhan persyaratan berita acara evaluasi tersebut akan diselesaikan hingga akhir Maret 2011. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Kabulkan Permohonan Ekstradisi dari Pemerintah Hongkong

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM RI Mengabulkan Permohonan Ekstradisi dari Pemerintah Hong Kong…

Membawa Produk Daur Ulang Plastik ke Kancah Internasional

    NERACA   Jakarta - Diaspora dan Desainer Indonesia Mey Hasibuan membawa kasil karyanya yang didominasi dengan bahan sampah…

Proteindotama Cipta Pangan Ingin Tambah 325 Outlet Baru

    NERACA   Jakarta – PT Proteindotama Cipta Pangan dengan tiga brand kulinernya di kategori ayam goreng seperti C’Bezt…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Raih Juara DSSC 2019, Tiga Tim SMK Berkesempatan ke Italia

    NERACA   Jakarta - Kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019 telah memasuki babak final akhir. Lebih kurang…

Menkumham Lantik Majelis dan Pengawas Notaris Periode 2019-2022

    NERACA   Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melantik Majelis Pengawas Pusat…

Pameran IEAE 2019 Targetkan Nilai Transaksi US$1 Juta

    NERACA   Jakarta - Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics &…