Berburu Fashion Terjangkau di Jakarta

NERACA

Ibukota Negara Indonesia ini sering diidentikkan dengan segala yang mahal, mulai dari angkutan umum, harga kebutuhan barang pokok, penginapan, hingga hal yang sekunder seperti buku, barang koleksi maupun barang-barang elektronik. tak terkecuali busana dan perlengkapannya seperti tas, aksesoris hingga sepatu. Bahkan ribuan pernik fashion berlabel (branded) tiruan dijual dengan harga murah meriah!

Anda yang menggemari fashion yang sedang ”in” akan dimanjakan sebab beberapa sudut Jakarta menjual pakaian kekinian namun dengan harga terjangkau. Di Pasar Tanah Abang, misalnya. Anda bisa menemukan ragam busana dengan cutting dan detail yang tidak kalah dengan brand ternama macam Zara atau Mango, yang harga aslinya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Di Tanah Abang, baju-baju dengan desain yang hampir mirip hanya dijual seharga puluhan ribu saja. Bagi penggemar batik, tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi pusat batik murah di Jakarta City Centre. Kain batik berbagai olahan mulai dari print, cap, cetak sampai tulis dijual dengan harga murah meriah, tergantung dari bahan, motif, serta olahan itu sendiri. Anda bisa mendapatkan koleksi busana batik mulai harga ribuan hingga yang termahal kurang dari Rp 200.000. Wow!

Apalagi kondisi dua pusat belanja itu termasuk nyaman, meski masih jauh dari dua shopping centre yang ”bertetanggaan” dengan mereka, yakni Plaza Indonesia dan Grand Indonesia Shopping Town. Tetapi, Anda harus kuat iman untuk mencapai tempat ini. Keduanya terletak di daerah Jakarta Pusat yang tingkat kemacetannya jelas tanpa jeda. Terutama Pasar Tanah Abang. Kondisi jalanannya semakin semrawut dengan pedagang pinggiran yang menghabiskan hampir setengah badan jalan raya hingga gerobak yang lalu lalang tak peduli melawan arus atau tidak. Meski sudah dibuat alternatif underpass untuk menuju daerah Roxy maupun Slipi dan sekitarnya, tetapi tetap tidak membuat lalu lintas menjadi lancar. Keruwetan jalan yang tidak bisa ditoleransi sudah dimulai dari pukul 04.00 – 22.00 WIB. Sebelum atau sesudah jam tersebut, barulah jalan sedikit lengang dan mendekati tengah malam atau pagi buta, daerah tersebut sudah benar-benar sepi.

Bukan hanya kondisi jalan, bahkan di dalam pasar pun Anda tidak akan bisa jalan tanpa bersenggolan dengan orang lain disebabkan padatnya pembeli dan penjual. Meski demikian, kondisi tersebut akan berubah terbalik jika Anda mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga miring. Keluarnya dari Pasar Tanah Abang, wajah pasti berseri-seri. Dijamin! Tetapi, ingat. Tidak semua pengunjung murni untuk berbelanja. Ada pula puluhan orang yang berniat jahat secara terorganisir alias copet ”berjamaah”. Kelompok penggasak dompet ini memang sengaja dilakukan beberapa orang agar perbuatannya bisa tidak diketahui dan hilang tanpa jejak. Jadi, waspadalah.

Sementara itu di Jakarta City Centre (JiCC), Anda akan dimanjakan dengan suasana belanja ala Mal namun dengan harga grosir. Kondisi sedikit padat akan Anda temui saat weekend. Tetapi kondisi jalannya hampir sama dengan Pasar Tanah Abang, merayap walau tak banyak pedagang yang berjualan di depan area JiCC.

Ragam aksesoris, sepatu dan tas murah meriah bisa Anda temukan di Area Blok M, mulai dari Blok M Square, Pasar Bawah hingga toko-toko yang memadati tempat yang persis berdampingan dengan terminal. Pusat belanja yang terletak di selatan Jakarta ini memang biangnya fashion. Berbagai model sepatu, mulai dari wedges, heels hingga sepatu datar (flats) dijual tak lebih dari Rp 100.000, itu pun masih bisa ditawar hingga setengah harga. Aksesoris unik dan cantik, aneka kacamata hitam maupun kacamata baca juga terjangkau oleh kantong. Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari Rp 1.000 - Rp 65.000

Untuk busana-busana cantik bergaya masa kini di area Blok M Square seperti dress, kemeja, t-shirt dan lain-lain dibanderol dengan kisaran harga Rp 15.000 - Rp 250.000. Anda juga bisa menawar seluruh pakaian yang dijual di toko-toko kecuali jika pedagangnya telah menaruh peringatan "Harga Pas" pada busana tersebut.

Tak hanya pedagang tetap, Anda bisa menemukan pedagang busana mingguan. Ini terjadi di area Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Berbagai butik berpartisipasi dalam "Ladies Day" setiap hari Selasa dan Rabu. Rata-rata menjual segala macam kebutuhan busana wanita dan anak. Ada pula yang berdagang aksesoris unik, sepatu dan tas. Selain itu, juga hadir berbagai kebutuhan kecantikan (lulur, essensial oil dan sebagainya) serta mainan-mainan anak dan pernik unik seperti earphone bermotif, tempat handphone hingga tempat iPad maupun cover netbook.

Beralih ke Jakarta Utara, Anda sudah pasti mengenal Pasar Ular. Pasar ini bahkan terkenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam hingga Thailand sebagai tempat shopping murah meriah yang menjajakan barang asli bermerk internasional. Pasar yang beken disebut "Paul" ini rata-rata menjual busana dan perlengkapannya dari brand seperti BMW, Benz, Alexandro, Braun Buffel, Mount Blanc, dan MX. Harga resmi merek-merek ini mencapai Rp 500 ribuan, tetapi di Pasar Ular harga termurahnya dipatok hanya Rp 100.000 saja. Ada juga merek Levi’s dan Tira serta merek lokal lain yang harga resminya mencapai Rp 300.000-an. Di tempat itu, harganya hanya Rp 60.000-an.Tetapi kini banyak pedagang baru yang nakal dengan mengaku barang KW sebagai barang asli. Yang terpenting, saat belanja di situ adalah pembeli mengerti asli atau palsu barang yang dijajakan meski sebagian besar pedagang mengklaim barangnya adalah asli.

Jangan lupakan area Jatinegara, Jakarta Timur yang juga banyak menjual produk fashion dengan harga terjangkau. Dengan banyaknya pasar murah dan nyaman, pilihan kembali ke Anda masing-masing. Setiap tempat mempunyai ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Related posts