The Fed Dinilai Terlalu Cepat Naikkan Suku Bunga

NERACA

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai Federal Reserve (The Fed) terlalu cepat menaikkan suku bunga. Namun, Trump mengklaim, perusahaan AS memiliki skala bisnis terbesar di dunia dan menyajikan peluang investasi bagi investor. "Mereka (The Fed) terlalu cepat menaikkan suku bunga, karena mereka berpikir ekonomi sangat baik. Tapi saya pikir mereka akan mendapatkannya," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office, seperti dikutip Reuters, Rabu (26/12).

Saham AS telah turun tajam dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah. Trump telah menyalahkan ketidakpastian ekonomi kepada the Fed, dan secara terbuka mengkritik ketuanya, Jerome Powell. Di sisi lain, Trump optimistis investasi di AS akan tetap tumbuh. Menurutnya, perusahaan AS memiliki skala besar dan jaringan yang luas di seluruh dunia.

"Saya memiliki kepercayaan besar pada perusahaan (AS). Kami memiliki perusahaan yang terbesar di dunia, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Mereka memiliki rekor jumlah angka, jadi saya pikir ini adalah kesempatan luar biasa untuk membeli," kata Trump. Laporan-laporan media menyatakan bahwa Trump telah membahas pemecatan Powell.

Trump mengatakan pada Agustus lalu, bahwa dia tidak senang dengan Powell karena kerap menaikkan suku bunga. Pada Senin lalu, Trump mengatakan satu-satunya masalah ekonomi AS adalah the Fed. Ketiga indeks saham utama AS berakhir turun lebih dari dua persen pada hari sebelum liburan Natal. Sementara S&P 500 telah kehilangan sekitar 19,8 persen dari penutupan tertinggi 20 September, hanya sedikit dari ambang batas 20 persen yang biasanya mendefinisikan pasar beruang.

Diketahui, The Fed menaikkan suku bunga lagi pekan lalu, seperti yang telah banyak diperkirakan. Sedangkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengadakan pertemuan dengan Kelompok Kerja Presiden di Pasar Keuangan, sebuah badan yang dikenal dengan bahasa sehari-hari sebagai Tim Plunge Protection, yang biasanya bersidang hanya pada saat volatilitas pasar tengah berat. Tetapi seruan itu lebih ditujukan pada pasar daripada meyakinkan mereka. Dalam rapat tersebut, para regulator mengatakan, mereka tidak melihat sesuatu yang luar biasa di pasar keuangan selama aksi jual baru-baru ini.

BERITA TERKAIT

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BNI Syariah Buka 7 Kantor Cabang di Aceh

    NERACA   Jakarta - Guna mendukung kebijakan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) terhadap berlakunya Qanun Provinsi Aceh No.…

Sompo Insurance Bawa Pesan Keamanan dan Kesejahteraan - The Color Run 2019

    NERACA   Jakarta – PT Sompo Insurance Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang The Color Run Presented by CIMB…

Dukung Industri Halal, CIMB Niaga Sinergi dengan BPJPH

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Literasi Keuangan Syariah…