Pendidikan Kebencaaan Disiapkan Pemerintah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui perlunya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana. Saat ini, BNPB mengklaim Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) mengenai hal itu sudah disiapkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Permendikbud itu masih dibicarakan dengan Kemendikbud soal mekanisme pelaksanaannya. Rencana materinya menyangkut pendidikan kebencanaan termasuk mempersiapkan diri sebelum, ketika, dan sesudah bencana.

"Permendikbud dalam satu kurikulum tapi bukan satu mata pelajaran khusus dan tidak di Ujian Nasional-kan. Nanti masuk ke pelajaran yang sudah ada," kata Sutopo kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (25/12).

Selain rencana tersebut, Sutopo menyebut BNPB sudah lama menggulirkan program sekolah sadar bencana. Tetapi belum semua sekolah mendapatkannya. "Kami ada program sekolah atau madrasah aman bencana. Tapi fokus gempa saja antisipasinya. Ini minim. Belum cover semua sekolah," ujarnya.

Di sisi lain, Sutopo merasa budaya masyarakat sadar bencana memang minim. Selama ini, menurutnya, masyarakat hidup berdampingan dengan potensi bencana. Tetapi tak ada upaya maksimal mengurangi potensi bencananya. "Yang susah kultural masyarakat patuhi alat deteksi dini. Ketika bunyi ada bencana lari. Ketika bunyi, tapi enggak kejadian (bencana) masyarakat protes. Bangun budaya sadar bencana penting," ungkapnya.

Menurut Sutopo, menumbuhkan budaya sadar bencana bukan perkara mudah karena butuh waktu puluhan tahun. Bahkan ia mengklaim Jepang punya budaya sadar bencana sejak ribuan tahun. Hasilnya, pembangunan di sana menyesesuaikan potensi bencana. "Tak bisa seketika. Perlu upaya kontinu lintas generasi. Jepang bangun bangsa mitigasi bencana sejak 2.000 tahun. Pembangunan antisipasi bencana karena mereka rawan gempa dan tsunami. Masyarakat latihan dan ada kultur bencana, kita belum," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tetapkan Penjualan SBR006 Sebesar Rp2,2 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006 sebesar Rp2,2 triliun yang…

Kontribusi Manufaktur Masih Besar - Pemerintah Bantah Terjadi Deindustrialisasi di Indonesia

NERACA Jakarta – Kontribusi industri manufaktur Indonesia sebagai penopang perekonomian dinilai masih cukup besar. Hal ini terlihat melalui pertumbuhan sektor,…

Pemerintah dan DPR Diminta Ubah Ketentuan Defisit APBN

      NERACA   Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyarankan pemerintah dan DPR mengubah ketentuan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…