Infrastruktur Sumatera Jadi Prioritas Pembenahan

Ketimbang Bangun JSS

Selasa, 08/03/2011

Ketimbang Bangun JSS

Infrastruktur Sumatera Jadi Prioritas Pembenahan

Jakarta--Pemerintah tampaknya lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur di kawasan Sumatera ketimbang membangun Jembatan Selat Sunda (JSS). Langkah ini agar infrastruktur di Sumatera bisa menopang terhadap keberadaan pembangunan JSS. "Sebelum pembangunan Jembatan Selat Sunda, itu di Sumatera diperbaiki dulu infrastruktur pendukungnya,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada wartawan di Jakarta,7/3.

Oleh karena itu, kata Djoko, pemerintah sedang melakukan perbaikan-perbaikan di sejumlah jalan di Sumatera. “Dalam waktu singkat ini akan dibuat, dua bahu jalan, 7 lebar jalan dan dua bahu jalan kiri," tambahnya.

Lebih jauh Djoko mengatakan infrastruktur lainnya yang akan dibangun di Sumatera untuk menopang JSS adalah pembangunan jalan kereta. Khusus untuk pembangunan jalan bebas hambatan (tol) kini sudah dimulai seperti di kawasan Dumai, jalan tol Kuala Namu-Medan, yang terus didorong pembangunannya. "Itu sementara dulu, kalau itu jadi sudah bagus sekali," terangnya.

Berdasarkan penelitian dan perhitungan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Djoko, keberadaan Gunung Krakatau terkait dampak letusannya di Selat Sunda tak akan berdampak besar bagi JSS. Perhitungannya jarak JSS dengan pusat Krakatau mencapai 50 km sementara hitungan yang paling berisiko jika jaraknya hanya 2 km. "Pak Surono bilang JSS berada pada jarak yang aman. Hal itu sudah menggunakan penelitian vulkanologi,”tegasnya.

Seperti diketahui, bahwa pemerintah berencana untuk membangun Jembatan Selat Sunda yang dikerjakan di 2013 nanti. Adapun, panjang jembatan tersebut diperkirakan akan mencapai sepanjang 30 km dengan anggaran bisa di atas Rp 100 triliun.

Kemarin, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Sirajuddin Saini menegaskan siap menjamin takkan terjadi antrean lagi dan kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten. Bahkan jaminan tersebut tidak hanya di jalan-jalan arteri menuju Pelabuhan Merak, tapi juga di dalam Tol Jakarta-Merak. "Kami jamin kapal yang beroperasi 24 jam tidak berkurang dan cuaca di Perairan Selat Sunda mendukung," katanya.

Saat ini, pihak PT ASDP Indonesia Ferry telah mengopersikan 22 kapal roll on-roll off (ro-ro) untuk melayani penyeberangan ke Pulau Sumatra. Selain itu, besok, Senin (7/3) pihak ASDP akan menambah 2 kapal ro-ro lagi, sehingga jumlah kapal yang beroperasi menjadi 24 kapal ro-ro. "24 kapal akan dioperasikan untuk mengurai kemacetan," ujar Sirajuddin.

Dengan jumlah kapal yang beroperasi saat ini, Sirajuddin pun menargetkan 2.800 truk dapat diseberangkan dari Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Padahal, biasanya kapal-kapal penyeberangan di Merak hanya dapat mengangkut 2.500 truk per hari. "Kami targetkan 2.800 truk hari ini bisa diseberangkan ke Pulau Sumatra. Sedangkan pada hari biasa hanya 2.500 truk yang dapat diseberangkan setiap harinya," terangnya.

Ditempat terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar mengunjungi Pelabuhan Merak, Minggu (6/3). Dalam kunjungannya, Mustafa mengatakan akan menambah 13 kapal ro-ro untuk menghindari antrean dan kemacetan di Pelabuhan Merak. Penambahan 13 kapal ro-ro tersebut sebagai solusi jangka panjang, sehingga tidak ada lagi antrean dan kemacetan di Pelabuhan Merak. "Sebanyak 13 kapal akan ditambah sebagai solusi kemacetan di Merak," ujar Mustafa.

Ke-13 kapal yang akan masuk ke Pelabuhan Merak diantaranya 6 kapal milik ASDP akan dikirim tahun ini, 2 kapal baru dan 4 lagi kapal bekas. Sedangkan 7 kapal lainnya akan menyusul. "Sebanyak 13 kapal itu di antaranya 6 milik ASDP yang akan dikirim tahun ini. Dari 6 kapal tersebut, 2 kapal baru dan 4 kapal bekas," ujar Mustafa.

Sedangkan 7 kapal lagi, tambah Mustafa, merupakan kapal roro dari swasta yang nantinya dalam proses izin operasional akan dipermudah. "Tujuh kapal roro dari pihak swasta itu izinnya akan dipermudah," ujar Mustafa.

Dengan rencana penambahan 13 kapal tersebut, maka jumlah kapal roro yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung menjadi 46 kapal. "Kapal yang ada sekarang 33 kapal dan ditambah 13 kapal lagi," ujar Mustafa.

Sementara itu, hingga sore ini sudah tidak ada antrean dan kemacetan di dalam Tol Jakarta-Merak. Kemacetan di dalam tol sudah terurai, namun kemacetan masih terjadi di Jalan Cikuasa Atas atau sekitar 4 KM dari Pelabuhan Merak. **cahyo