Indonesia Berupaya Tingkatkan Ekspor Produk Mode ke Perancis - Perdagangan Internasional

NERACA

Jakarta – Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian mendukung upaya untuk meningkatkan ekspor produk mode ke Paris. Prancis. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa dukungan itu diberikan dengan memfasilitasi desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada kegiatan Fashion Show "La Mode" Sur La Seine Paris.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 1 Desember di Kota Paris. "Jadi, target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” kata dia, disalin dari Antara.

Acara ini dinilai sukses menggaungkan busana muslim karya desainer Indonesia dan menjadi sorotan global dengan dihadiri oleh 400 peserta dari mancanegara, antara lain Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia.

Selanjutnya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam perhelatan ini juga meluncurkan International Muslim Fashion Festival, yaitu pameran fashion muslim yang akan dilaksanakan tahun 2019 dengan konsep pameran business to business (B to B) yang dihadiri oleh sekitar 250 undangan. Para undangan merupakan buyer potensial yang berasal dari berbagai negara seperti Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia.

Selain itu pada event ini juga akan dilaksanakan internasional conference, fashion show, dan talkshow. Gati menambahkan bahwa target yang ingin di capai dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara OKI. "Partisipasi kami pada event La Mode Sur La Seine Paris ini juga adalah upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi industri fesyen muslim di Indonesia ke pasar dunia," ungkapnya.

Promosi dilakukan khususnya ke pasar fesyen Eropa yang memiliki berbagai pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan kota-kota lainnya di Eropa hingga semakin bisa mendekat untuk mewujudkan target menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Selama ini pemerintah gencar mendorong industri fesyen di dalam negeri untuk terus meningkatkan market share Indonesia di pasar internasional.

Oleh karena itu, agar mampu bersaing di kancah global, pemerintah juga terus berupaya memacu pertumbuhan industri fesyen dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Target jangka panjang dalam pengembangan industri fesyen muslim yaitu Indonesia menjadi 3 besar eksportir fesyen muslim ke negara OKI, industri fesyen nasional menguasai pangsa pasar dalam negeri, industri fesyen muslim menjadi kontributor dalam pembangunan ekonomi dan penyerapan tenaga serta menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

“Kementerian Perindustrian sangat konsen untuk mewujudkan Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada 2020 dengan berbagai program strategis yang siap dilaksanakan di 2019. Kami akan membentuk dan menginkubasi ekosistem bisnis fesyen muslim. Kami akan membuat platform berbasis "augmented reality dan artificial intelligence," kata dia.

Strategi pengembangan industri fesyen muslim pada 2019 yang digagas antara lain Pendampingan dan sertifikasi SKKNI bagi penjahit busana muslim di Jawa Barat dan Jawa Tengah (150 IKM). Bimbingan Teknis dan Bantuan Alat Menjahit bagi WUB Busana Muslim; dan Capacity Building bagi IKM yang sudah existing di Jawa Barat dan Jawa Tengah (50 IKM).

Selain itu, Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP); Link and Match Desainer dengan Industri Fesyen Muslim; Link and Match Industri Tekstil dengan Industri Fesyen Muslim dan desainer; Fasilitasi pameran dalam negeri dan luar negeri; International Muslim Fashion Festival; serta Implementasi Revolusi Industri 4.0 bagi industri fesyen muslim. Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, peluang pasar domestik mencapai 20 miliar dolar AS, menguasai 1,9 persen pasar fesyen dunia dengan nilai ekspor 13,29 miliar dolar AS dan termasuk 5 besar negara OKI eksportir Fesyen muslim, ujar Gati.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan yang harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor fesyen muslim bagi PDB nasional. Gati mengatakan saat ini Industri fesyen muslim di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan rata-rata konsumsi fesyen Indonesia 18,2 persen per tahun.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Garuda Indonesia Raup Untung US$ 20,48 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2019, PT Garuda Indonesia Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta. Bila dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…