Intikeramik Bidik Laba Rp 129 Miliar di 2019 - Ditopang Bisnis Hotel

NERACA

Jakarta – Tahun depan, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menargetkan laba bersih sebesar Rp 129 miliar dan untuk tahun ini Rp100 miliar. Guna memenuhi target tersebut, emiten produsen keramik ini akan melakukan beberapa hal dalam perbaikan internal anak usaha yakni INKA dan pembangunan hotel pasca akuisisi PT Realindo Sapta Optima (RSO).

Presiden Direktur Intikeramik Alamasri Industri, Yohas Rafli mengatakan, untuk INKA saat ini masih dalam proses perbaikan kondisi internal. Kegiatan operasional di pabrik belum berjalan, tapi penjualan tetap berjalan meski belum dapat menutup biaya produksi. Disampaikannya, anak usaha melakukan serangkaian langkah untuk memperbaiki kondisi perusahaan disamping menyelesaikan restrukturisasi penjadwalan pembayaran utang kepada kreditur perbankan.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga mengajukan rencana perdamaian kepada para kreditur yang telah disetujui dan merumuskan kembali rencana bisnis ke depan di INKA.”Akhir tahun bukukan kinerja positif dengan ekspektasi laba secara bersih Rp100 miliar untuk tahun ini untuk dari akuisisi restrukturisasi," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara, untuk RSO masih dalam proses mulai pembangunan. Pekerjaan yang tengah berjalan adalah pengerjaan proyek hotel JW Marriott Ubud di bawah perusahaan RSO. Pekerjaan tersebut saat ini baru sekitar 15%. Yohas mengatakan, depan dengan semua ekspansi tersebut maka perusahaan menargetkan laba bersih tahun depan dapat mencapai Rp129 miliar. Rencana korporasi pun akan diumumkan Januari 2019.”Ada ekspektasi Rp129 miliar tahun 2019. Awal 2019 kita terbitkan rencana korporasi kita, investasi apa yang kita lakukan, hasil apa yang kita dapat lima tahunan,"ungkapnya.

Perseroan, lanjut Yohas, menganggarkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 500 miliar. Angka ini masih proyeksi karena manajemen masih belum menerima persetujuan dan masih akan melakukan perhitungan. Nantinya, sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan properti khususnya perhotelan dan sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha sebelumnya. "Untuk jumlah dan perusahaan apa kami belum bisa jabarkan. Yang pasti tahun depan kami akan akuisisi lagi,”kata Yohas.

Asal tahu saja, pada semester satu lalu perusahaan ini telah mengakuisisi perusahaan perhotelan di antaranya PT Realindo Sapta Optima, PT Mahkota Artha Mas, PT Mahkota Properti Indo Medan. Tidak hanya itu, baru-baru ini tepatnya November lalu IKAI juga telah mengakuisisi PT Hotel Properti dan PT Saka Mitra Sejati senilai Rp 89 miliar. Akuisisi hotel dilakukan untuk mengimbangi kinerja keuangan perseroan. “Beberapa tahun terakhir bisnis keramik, lini usaha kami mengalami penurunan dan industri hotel kami lihat cukup prospektif dimana posisinya masuk sektor pariwisata yang ditargetkan bisa menjadi penyumbang terbesar PDB negara," ungkpas Yohas.

BERITA TERKAIT

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Kembali Bersatu Wujudkan Kemajuan Bangsa Pasca Pemilu 2019

  Oleh: Hari Sanyoto, Alumni Universitas Gunadarma Depok   Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebelum digelarnya Pemilihan Umum 2019 kemarin…

Hasanah Earth Day 2019

kiri ke kanan. Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, Perwakilan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…