Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

NERACA

Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima manfaat untuk tidak menggunakan bantuan dana untuk konsuptif, tetapi dimanfaatkan kegiatan produktif. "Dari sisi ekonomi, saya minta para pendamping bisa mengarahkan pengelolaan keuangannya, jangan sampai dipakai untuk konsumtif, harus produktif," kata Presiden saat memberikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya Program Keluarga Harapan Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan pendamping bisa mengarahkan keluarga penerima manfaat (KPM) yang mampu berdagang untuk memulai usaha perdagangan. Itu cara paling cepat untuk mereka naik kelas atau keluar dari kelompok keluarga prasejahtera," katanya. Pada awal pengarahannya, Presiden menyebutkan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prasyarat Indonesia dapat mencapai kemajuan.

"Kalau infrastruktur sudah, sementara SDM dilupakan, maka kita akan sulit bersaing. Oleh sebab itu kita akan bergeser kepada pembangunan SDM," katanya. Kepala Negara mengatakan sekarang ada 9,8 persen warga yang masuk kategori miskin. Angka itu sudah turun dibanding 2014, saat jumlah warga miskin sampai 11,2 persen dari jumlah penduduk. Ia mengatakan untuk menurunkan angka setelah mencapai satu digit memang perlu tenaga ekstra, termasuk dalam menjalankan program PKH untuk menurunkan angka kemiskinan.

"Jadi yang kita perhatikan bukan hanya fisik atau infrastruktur saja, tetapi SDM juga melalui bantuan PKH. Ini keberpihakan negara kepada rakyatnya, jangan ada yang bilang setiap hari yang diurus infrastruktur, mereka tidak tahu ada PKH," katanya. Menurut Presiden, saat ini PKH sudah menjangkau 10 juta keluarga penerima manfaat, bertambah dari enam juta sebelumnya.

Kalau program sudah mapan, ia mengatakan, PKH pada 2020 dapat menjangkau seluruh keluarga miskin yang jumlahnya 15,6 juta. "Jadi tugas SDM pendamping PKH semakin berat. Oleh sebab itu tolong dilihat validasi data bahwa yang menerina memang yang berhak menerimanya," katanya. Pendamping, kata Presiden, harus memastikan bantuan PKH yang nilainya Rp34 triliun lebih pada 2019 sampai ke tangan penerima manfaat. Presiden juga meminta setiap tahun ada pemutakhiran data, yang menyatakan bahwa mestinya penerima bantuan jumlahnya menurun seiring waktu karena sebagian di antaranya sudah bisa lepas dari kemiskinan.

"Kalau sudah lulus, keluarkan, semakim tahun harus semakin banyak yang lulus, jangan pada seneng menikmati ini," katanya. Ia menginginkan masyarakat tidak bergantung pada program yang dirancang bersifat sementara sampai penerima bantuan masuk ke tingkat yang lebih tinggi dari prasejahtera. "Misal di bidang kesehatan, pastikan mereka bisa naik kelas antara lain dalam kelompok itu tidak ada kekerdilan, pastikan juga kesehatan ibu dan anak," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pendamping bersamaan dengan kenaikan anggaran PKH yang membuat satu keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan dua kali lipat lebih dari sebelumnya sekitar Rp1,89 juta. "Dampingi mereka benar-benar, saya yakin bapak, ibu, saudara sekalian sangat berkepentingan sekali untuk kita bisa menghilangkan, menghapuskan kemiskinan dari negara kita," katanya.

BERITA TERKAIT

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

Bandara Soetta Siapkan 10 TPS untuk Wisatawan

Pemilu 2019 akan dilangsungkan pada Rabu (17/4). Momen ini merupakan ajang yang ditunggu oleh sebagian besar rakyat Indonesia, meskipun beririsan…

Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

APBN 2020 Fokus ke Penguatan SDM dan Perlindungan Sosial

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan lebih berfokus…

Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Perlu Lakukan Pembenahan Ekonomi

    NERACA Jakarta - Pemilihan umum serentak baru saja usai dan kini rakyat Indonesia sedang menunggu hasilnya karene penghitungan…

Tingkat Kemiskinan Ditargetkan Dibawah 9%

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan tingkat kemiskinan…