Sentra Food Lepas 250 Juta Saham Ke Publik - Cari Modal di Bursa

NERACA

Jakarta – Mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sentra Food Indonesia Tbk akan mencari pendanaan di pasar modal lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 250 juta saham dengan harga penawaran awal di kisaran Rp115-150 per saham.

Direktur Utama Sentra Food, Agustus Sani Nugroho mengatakan bahwa jumlah saham yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. "Harga yang ditawarkan sekitar Rp115-150 per saham," katanya di Jakarta, kemarin.

Pada pelaksanaan IPO ini, manajemen Sentra Food menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Rencananya, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan modal anak usaha, PT Kemang Food Industries (Kemfood). Agustus mengatakan, masa book building berlangsung pada 13-18 Desember 2018, sedangkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 27 Desember 2018 dan masa penawaran pada 2 Januari 2018, sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dilakukan pada 8 Januari 2018.

PT Kemang Food Industries (Kemfood) yang juga bagian dari Grup PT Sentra Food Indonesia merupakan pelopor industri daging olahan di Indonesia. Perusahaan ini dirintis oleh Bob Sadino pada awal 1970 dan pada 1978 Bob Sadino mendirikan pabrik dengan teknologi modern dan didirikan di kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta. Saat ini, Kemfood memproduksi berbagai jenis daging olahan seperti sosis, burger, baso dan delicatessen. Disamping produj olahan tersebut, Kemfood juga memproduksi speciality produk seperti kebab dan dried beef.

Untuk menjaga kualitas dan mutu produk, Kemfood menerapkan standar produksi yang tinggi dengan mengaplikasikan standar produksi sesuai dengan standar halal daro Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bersertifikat BPOM. Operasional Kemfood juga terus berkembang dengan melakukan repackage kemasan pada 2014 dan mendapatkan sertifikasi ISO 22000:2005 dalam bidang food safety management system.

Kemfood juga telah menyebarkan hasil produksinya ke hampir seluruh kota besar di Indonesia dan penyebaran produknya juga keseluruh jenis pasar baik modern seperti supermarket, hotel, restaurant, fast food maupun pasar tradisional melalui mitra dan agen. Disamping itu, Kemfood juga mempunyai sales point di beberapa kota seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Makasar.

Sebagai informasi, hingga akhir 2018, BEI perkirakan total emiten yang bakal melantai di pasar modal mencapai 63 emiten. Dalam catatan terakhir regulator itu, sampai saat ini terdapat 56 emiten yang sudah tercatat di papan bursa Tanah Air. “Di pipeline kami masih ada 15 (calon emiten), cuma 8 perusahaan akan diproses di tahun depan, sedangkan 7 tahun ini, dan itu masih on track," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Dengan begitu, Nyoman berharap hingga akhir 2018 akan ada 63 emiten yang akan melantai. Untuk tahun depan, total perusahaan yang aktif dan berkomitmen lakukan initial public officer (IPO) di 2019 sebanyak 45 pipeline. "Semoga mereka bisa grooming dan meyakinkan bahwa jadi perusahaan tercatat memiliki keuntungan yang banyak. Mudah mudahan tetap pada schedule yang ada," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…