Peluang Wirausaha Masih Terbuka - Gerakan Kewirausahaan Nasional

NERACA

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai bahwa peluang dan ruang untuk berwirausaha di Indonesia masih terbuka luas. Kepala Negara menyampaikan hal itu dalam acara Peringatan Satu Tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dan peluncuran Program Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jakarta, Kamis. "Potensi dan sumber daya kita besar, baik pertanian, industri ataupun jasa. Namun realitas yang lain menunjukkan belum semuanya itu kita berdayakan secara optimal," katanya.

Apabila peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik, kata Presiden, maka ekonomi Indonesia juga berpeluang untuk terus tumbuh. "Dari 6,5 persen katakanlah Insya-Allah nanti menjadi 7 persen, 8 persen sehingga bisa mengangkat ekonomi kita," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden mengajak kaum muda turut bergabung dalam barisan wirausahawan yang menciptakan peluang, yang optimis, berjiwa terang, berpikiran positif, dan mau bekerja keras. "Berusaha dan berbuatlah. Ubah masa depan saudara, ubah masa depan kita semua dan ubahlah masa depan negeri yang kita cintai ini," ajak Presiden.

Sebelumnya, Presiden menjelaskan bahwa wirausahawan adalah kaum yang menciptakan peluang, bukan hanya menunggu peluang yang diciptakan orang lain dan bahkan bisa memberikan peluang kepada orang lain.

Sementara itu menurut Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan rasio kewirausahaan Indonesia meningkat dalam satu tahun dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen setelah diimplementasikannya program Gerakan Kewirausahaan Nasional.

Menteri Sjarifuddin mengatakan, GKN sejak diluncurkannya pada 2 Februari 2011 telah mampu meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen atau mencapai 3,744 juta wirausaha baru dan sudah dicanangkan di seluruh provinsi di Indonesia hingga kabupaten dan kota.

Rangkaian kegiatan dalam upaya implementasi GKN meliputi pelaksanaan berbagai pelatihan kewirausahaan, expo kewirausahaan, expo pendidikan, dan pelatihan program magang.

Pihaknya memantau sampai saat ini produk dunia usaha khususnya KUKM sudah mampu merambah pasar berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat.

Acara peringatan setahun GKN dan peluncuran program Pemberdayaan PKL itu digelar di Gedung SME Tower, Jakarta, yang diikuti sedikitnya 3.500 peserta dari berbagai kalangan antara lain tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, pelaku usaha dan koperasi, calon wirausaha dari generasi muda, dan pelaku PKL.

Peringatan setahun GKN mengambil tema "Sejahterakan Rakyat dengan Berwirausaha" dan sampai saat ini telah diimplementasikan dalam berbagai rangkaian kegiatan diantaranya pelatihan kewirausahaan, expo kewirausahaan, expo pendidikan, dan pelatihan program magang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan juga dijadwalkan akan meluncurkan program pemberdayaan PKL, di mana saat ini sekitar 20 juta PKL di Indonesia merupakan pelaku ekonomi rakyat yang utama.

Kegiatan itu dirangkai dengan expo kewirausahaan, pelatihan nasional kewirausahaan, magang kewirausahaan, workshop kewirausahaan, pameran gerobak PKL dan festival produk PKL, produk unggulan KUKM, pameran stan dari berbagai kementerian/lembaga, serta pameran produk wirausaha yang sukses. (rin)

Related posts