Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

NERACA

Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau dikenal Corporate Social Responsibility, pada 1980, PT Astra International Tbk mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra, dengan misi mengembangkan UMKM di Tanah Air.

Untuk mencapai tujuan tersebut, YDBA mengimplementasikan secara khusus program sektor unggulan yang fokus pada kumpulan UMKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang dengan terjaminnya ketersediaan sumberdaya bahan baku (input) serta mampu sustain dalam proses pemasarannya.

Salah satunya sektor unggulan Padi Organik di Bontang, Kalimantan Timur. Kepala Departemen Value Chain YDBA, Rahmat Handoyo mengatakan, sektor unggulan ini dibentuk lewat LPB Pama Bessai Berinta / Cabang YDBA Bontang yang dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap metode bertani padi secara konvensional oleh para petani.

“Jika metode ini tetap dipertahankan, dampaknya akan sangat buruk terhadap kesuburan tanah dan keberlangsungan usaha pertanian dalam jangka panjang,” kata Rahmat, melalui keterangan tertulisnya yang diterima NERACA, Kamis (13/12).

Ia melanjutkan, dengan melibatkan 11 UMKM, pada 27 April 2017 sektor unggulan ini diresmikan untuk dikembangkan. Rahmat menuturkan bahwa YDBA Berkolaborasi dengan expert sebagai ayah angkat, yaitu Yayasan Aliksa Organik SRI Consultant.

Dengan demikian, berbagai kegiatan diberikan kepada 11 UMKM, di antaranya Pelatihan dan Pendampingan Intensif Budidaya Padi dengan Metode System of Rice Intensification (SRI), Pelatihan Pembukuan Sederhana, Basic Mentality, serta Training of Trainer Calon Pemandu SRI Organik.

Saat ini, jumlah UMKM yang tergabung dalam sektor unggulan padi organik sebanyak 26 UMKM yang tersebar di Desa Danau Redan, Desa Suka Damai, Desa Suka Rahmat dan Desa Teluk Pandan. Musmulyadi, salah satu anggota sektor unggulan padi organik menyampaikan manfaat dari program ini.

“Ketika bertani dengan metode konvensional, mahluk hidup yang seharusnya menjadi teman justru menjadi lawan. Namun, dengan bertani secara organik, kita menjadikan mahluk hidup yang dianggap lawan itu tetap sebagai kawan,” ungkap Musmulyadi. Mohar

BERITA TERKAIT

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

Usaha Rintisan - Pemerintah Terus Pacu Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha rintisan (startup), termasuk untuk sektor kerajinan dan batik. Sebab, selama ini…

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa NERACA Jakarta - Hadir dengan konsep masakan nusantara, Restoran Rempah…

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…