Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15% - Pabrik Baru Beroperasi

NERACA

Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Maka meihat kondisi pasar yang masih positif, di tahun depan emiten produsen kantung plastik ini membidik pertumbuhan penjualan dan pendapatan mencapai 15%.

Lukman Hakim, Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman mengatakan, target tersebut tergolong konservatif dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan estimasi kinerja hingga akhir 2018. Per September 2018, pendapatan emiten dengan kode saham PBID ini mencapai Rp3,17 triliun, tumbuh 24,86%. Hingga akhir tahun 2018, PBID mengestimasikan pertumbuhan pendapatan minimal 20%, atau lebih tinggi dari target awal yang dipatok 12%.”Untuk tahun 2019, kita membidik target pertumbuhan penjualan sekitar 15%, otomatis pendapatan juga naik. Kita asumsikan bottom line sekitar 7% dari revenue,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Adapun, per September 2018, laba bersih perseroan tercatat Rp252 miliar, tumbuh 48% dibandingkan periode yang sama 2017. Dari segi margin juga tumbuh dari 6,71% per September 2017 menjadi 7,96% per September 2018. Lukman mengatakan salah satu faktor yang menopang optimisme perseroan terhadap kinerja yang solid tahun depan adalah produk subsititusi untuk kantong plastik food grade masih sedikit dan mahal. Sekitar 80% dari penjualan perseroan justru terfokus di segmen plastik food grade ini.

Selain itu, program revitalisasi 1.000 pasar tradisional per tahun dari pemerintah turut mendukung peningkatan permintaan plastik food grade, sebab pelaku UMKM juga akan meningkat signifikan. Selain itu, tingkat penggunaan plastik di Indonesia juga masih tergolong rendah, yakni 20 kg per kapita, jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Singapura yang mencapai 40 kg per kapita, atau negara-negara Eropa yang mencapai 100 kg per kapita.

Selain karena dukungan faktor eksternal tersebut, PBID juga melancarkan strategi organic melalui perluasan pangsa pasar dan jangkauan distribusi. Perseroan juga akan segera membuka 2 pabrik baru tahun depan. Keduanya yakni pabrik di Malaysia dengan kapasitas 4.000 ton per tahun. Saat ini, pabrik tersebut sedang dalam proses instalasi mesin, dan pabrik di Jawa Tengah dengan kapasitas 27.000 ton per tahun.

Saat ini, PBID sudah memiliki 7 pabrik dan diproyeksikan kapasitas penuhnya hingga akhir tahun ini akan mencapai 90.000 ton. Dengan demikian, tahun depan PBID sudah akan memiliki kapasitas produksi 121.000 ton. Pabrik yang berlokasi di Malaysia lebih banyak akan memproduksi plastik untuk kebutuhan industri di negara-negara Asean. Ini merupakan pabrik pertama PBID yang beroperasi di luar negeri. Selain itu, perseroan juga akan tetap mengupayakan strategi peningkatan efisiensi biaya serta keunggulan operasional, meningkatkanbrand valuedan meninggikansecond brand value.

BERITA TERKAIT

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…