Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce - Niaga Daring

NERACA

Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna mendukung peningkatan usaha UMKM. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pembangunan internet cepat di seluruh Indonesia ini membuat e-commerce di Tanah Air semakin semarak.

Selain itu, e-commerce makin dipercaya karena relatif aman dan nyaman sehingga jumlah transaksi yang dibukukan makin fantastis. "Dan yang paling menggembirakan adalah bahwa 'marketplace' kita berada di garda depan dalam pemberdayaan UMKM. Dengan kemudahan yang ditawarkan, sudah sekitar 6,5 juta UMKM hijrah ke online dalam dua tahun terakhir ini," kata Rudiantara, sebagaimana disalin dari Antara.

Pemerintahan Joko Widodo mendukung penuh kegiatan e-commerce yang banyak diminati oleh kaum muda dan UMKM, dengan dibangunnya konektivitas antar wilayah guna menyiapkan infrastruktur logistik.

Jalan tol darat, tol laut dan pelabuhan hingga tol udara akan menghubungkan semua pulau di Indonesia untuk memperlancar kegiatan logistik. Menurut Kominfo, saat ini sekitar 4,7 juta unit UMKM yang sudah go-online.

Selain konektivitas fisik, peta Jalan e-commerce juga membangun tol informasi yang menghubungkan seluruh Indonesia dengan jaringan internet. Menurut Rudiantara, di akhir 2018 tidak satupun daerah di Indonesia yang tidak terhubung dengan jaringan backbone internet cepat Palapa Ring.

Jauh sebelumnya, diwartakan, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar dan negara yang potensial untuk tumbuh dan berkembangnya perdagangan elektronik (e-commerce). Hal ini didukung dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, di mana penetrasi internet telah menjangkau sebanyak 90,5 juta jiwa dan di antara mereka sekitar 26,3 juta jiwa telah berbelanja secara online.

“Peluang tersebut perlu ditangkap oleh para pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Untuk itu, Kementerian Perindustrian meluncurkan program e-Smart IKM yang bertujuan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Pesona Busana dan Aksesoris Nusantara 2018 di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Menperin menyampaikan, hingga saat ini, sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Sampai tahun 2019, ditargetkan dapat mengajak hingga 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut. Program yang diluncurkan pada tahun lalu ini telah dilakukan kegiatan sosialisasi dan workshop ke beberapa wilayah di Indonesia.

Agar dapat mengetahui lebih detil mengenai program e-smart IKM, Direktorat Jenderal IKM mempunyai layanan call centre melalui Hotline IKM (1500-775) yang dapat langsung diakses oleh seluruh masyarakat. “Kami berharap para pelaku IKM nasional dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga bisa mendapatkan informasi terhadap program, kebijakan, fasilitasi dan layanan lainnya,” ujar Airlangga.

Menperin menjelaskan, dalam menghadapi era revolusi industri keempat atau Industry 4.0, pelaku IKM perlu mendapat program pembinaan yang tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saingnya sekaligus memperluas pasar ekspor.

“Pengembangan IKM menjadi salah satu kunci dari implementasi Industry 4.0. Penerapan Industry 4.0 juga sebenarnya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri,” paparnya.

Kemenperin mencatat, sektor kerajinan terus menunjukkan kinerja yang positif, di mana nilai ekspor pada tahun 2017 mencapai USD776 juta atau naik sebesar 3,8 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai USD747 juta. Selain itu, nilai ekspor Batik mampu menyumbangkan sebesar USD58 juta pada tahun 2017.

Airlangga menyampaikan, kerajinan tradisional yang diwariskan oleh para leluhur Indonesia merupakan produk-produk budaya yang memiliki nilai seni dan bernilai tambah tinggi. “Sektor ini berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan industri di Tanah Air," tegasnya.

Dalam hal ini, Menperin memberikan apresiasi kepada Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang menggelar Pameran Pesona Busana dan Aksesori Nusantara di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta. Pameran yang diselenggarakan pada 13-16 Maret 2018 ini, diikuti sebanyak 50 pelaku IKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pemasaran secara offline tidak dapat dipandang sebelah mata karena keuntungannya adalah pembeli dapat melihat secara langsung jenis dan kualitas produk. Selain itu, pembeli juga dapat bertemu langsung dengan pelaku IKM sehingga proses negosiasi lebih mudah dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, pameran ini bertujuan untuk mempromosikan produk kerajinan, khususnya mode dan aksesori Indonesia. Pameran tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap produk buatan Indonesia.

BERITA TERKAIT

KERJA SAMA PEMBAYARAN DARING PROGRAM SBMPTMU

Senior Vice President Mandiri Syariah Achmad Fauzi (kiri) berbincang dengan Ketua Majelis Ditlitbang Muhammadiyah Lincolin Arsyad (tengah) dan Ketua Panitia…

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Rencanakan Buyback Saham - CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 25 Miliar

NERACA Jakarta – Agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), selain memutuskan pembagian dividen…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…