Pengusaha Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

NERACA

Jakarta – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat mengajak pengusaha di daerah itu untuk menyiapkan diri dan usahanya dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang berbasis digital.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Barat Iqra Chissa di Padang, sebagaimana disalin dari Antara, mengatakan pihaknya akan melakukan pelatihan dan mendatangkan pengusaha sukses sebagai bentuk pembinaan kepada pengusaha muda di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut akan dilakukan dalam rangkaian acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Sumbar yang akan dibuka pada Kamis (13/12) dan penutupan pada Kamis (20/12). Dalam rangkaian tersebut pihaknya akan membuat kegiatan pertemuan dengan pengusaha yang telah sukses. Kami akan mendatangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, pengusaha Baba Rafi Hendry Sutiono, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis, Komisaris Utama Bank BRI Andrinof Chaniago dan lainnya untuk memotivasi para pengusaha muda Sumbar, kata dia.

Menurut dia, forum ini akan bermanfaat bagi semua kalangan serta menjadi mentor berjejaring untuk mahasiswa dan pengusaha. Jejaring merupakan hal yang penting dalam membuka usaha, modal vital dalam membuka usaha bukanlah uang namun jejaring ini, katanya. BPD HIPMI Sumbar tetap konsisten membuka ruang bagi siapa pun, untuk berjejaring memulai suatu usaha bagi yang ingin membuka usaha. Dalam Rakerda ini pihaknya mengambil tema peluang dan tantangan generasi milenial dalam menyambut perkembangan bisni di era revolusi industri 4.0.

Salah satu program yang akan kami rencanakan nanti adalah goes to nagari, HIPMI akan turun ke nagari dan bekerja sama dengan BumNag atau BumDes untuk menciptakan satu pengusaha dalam satu nagari, katanya. Ketua Panitia Rakerda BPD HIPMI Sumbar Aulia Fernanda mengatakan pembukaan Rakerda akan dilaksanakan di Gedung Politeknilk Padang yang rencananya akan dihadiri pengusaha dan mahasiswa. Kemudian untuk penutupan akan dilaksanakan pada Kamis (20/12) di aula STKIP Gunung Pangilun Kota Padang. “Kami telah mempersiapkan kegiatan ini dengan matang dan tinggal pelaksanaan saja, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan target yang kita harapkan dapat tercapai,” katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto giat membangun semangat optimisme kepada generasi muda Indonesia, terutama agar mampu mengambil peluang di era revolusi industri 4.0. Para generasi milenial diyakini berperan penting menjadi penggerak bagi pengembangan ekonomi digital.

“Adik-adik mahasiswa saat ini adalah mereka yang akan mengisi pembangunan mulai sekarang hingga periode tahun 2030, bahkan 2045. Jadi, harus optimistis untuk lebih kreatif dan inovatif,” kata Menperin ketika memberikan kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen (UHN), Medan, disalin dari siaran resmi.

Di hadapan lebih dari 600 mahasiswa lintas fakultas UHN, Airlangga menyampaikan paparan mengenai peningkatan daya saing Indonesia melalui penerapan revolusi industri 4.0. “Kunci implementasi industri 4.0, salah satunya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Inilah yang menjadi kekuatan bagi Indonesia dibanding negara lain,” tuturnya.

Untuk itu, pada tahun depan, pemerintah semakin gencar melaksanakan berbagai program dalam upaya pengembangan kualitas SDM yang dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja saat ini. Apalagi, Indonesia tengah menikmati masa bonus demografi atau dominasi penduduk berusia produktif hingga 15 tahun ke depan.

“Berdasarkan pengalaman negara lain seperti Jepang, China, Singapura, dan Thailand, ketika mereka berada pada masa bonus demografi, pertumbuhan ekonominya tinggi. Nah, inilah yang bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia dengan potensi populasi tenaga kerja sekarang,” paparnya.

Oleh karena itu, pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai kesiapan untuk memasuki era revolusi industri 4.0. Melalui beberapa langkah strategis, diyakini dapat merebut peluang dari efek ekonomi digital. “Kalau pembangunan tanpa ekonomi digital, pertumbuhan hanya 5 persen. Bagi Indonesia, ingin meningkatkan dengan penambahan lapangan kerja atau job creation,” imbuhnya.

Dalam aspirasi besar Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. “Dengan revolusi industri 4.0, peningkatan terhadap PDB riil bisa tumbuh 1-2 persen,” sebut Airlangga.

BERITA TERKAIT

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Soal Biodiesel, Indonesia Tak Gentar Lawan Eropa

NERACA Jakarta - Baru satu tahun lalu, Indonesia bisa bernapas lega setelah berhasil memenangkan gugatan terhadap Uni Eropa melalui Organisasi…

Industri Makanan dan Minuman Ditaksir Tumbuh 9 Persen

NERACA Jakarta – Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada 2019 karena mendapatkan tambahan…

Pebisnis Muda Pertanian Perlu Kreatif dan Inovatif

NERACA Jakarta – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono mengatakan wirausahawan muda…