Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46% - Berkah Kinerja Emiten Meningkat

NERACA

Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar modal bertambah 4.046 orang atau 46% selama periode Januari hingga November 2018 dan merupakan angka tertinggi sejak 2012.”Ini dipicu oleh peningkatan kinerja emiten yang tercatat di BEI sehingga berpengaruh positif terhadap minat masyarakat berinvestasi," kata Kepala BEI perwakilan Sumbar, Early Saputra di Padang, kemarin.

Menurutnya, walaupun tahun ini secara umum harga saham banyak yang turun, namun kenaikan laba yang signifikan dari emiten yang tercatat di BEI menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Hingga kuartal ketiga tahun ini, secara umum harga saham turun 5,9% sementara di saat yang sama laba emiten naik 15,9% dibanding kuartal ketiga 2017.”Ini seperti barang bagus, namun harganya sedang diskon, ketika rupiah melemah 9,9% di periode Januari-September 2018, ternyata laba emiten-emiten ini secara umum naik 15,9% apalagi kalau rupiah menguat, mungkin akan lebih baik lagi kinerja emiten-emiten tersebut," ujarnya.

Dia menilai, hal ini yang menjadi katalis positif kenapa semakin banyak masyarakat umum menjadi investor karena tidak sekadar melihat harga saham yang naik turun, tapi juga fakta laba emiten yang naik signifikan. Merujuk pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selama 2018, aset saham investor berKTP Sumbar meningkat sekitar Rp200 miliar menjadi Rp883 miliar. Tidak hanya jumlah investor yang bertambah, tetapi uang yang mereka belikan saham pun naik drastis Rp200 miliar.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal untuk mengambil manfaat dari peluang yang ditawarkan oleh industri pasar modal.”Masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya," kata pelaksana tugas kepala kantor OJK Sumbar, Darwisman.

Disampaikannya, orang-orang yang unggul secara finansial di dunia merupakan para pemilik saham atas perusahaan yang tercatat di bursa efek. Contohnya Warren Buffet dengan Berkshire Hathaway , Bill Gates dengan Microsoft , Mark Zuckenberg dengan Facebook serta Jack Ma dengan Alibaba. Untuk di Indonesia, lanjut dia, tercatat beberapa pengusaha sukses yang menikmati manfaat dari penempatan investasinya pada perusahaan-perusahaan atau emiten yang tercatat bursa.

Dia menuturkan, kepemilikan atas saham yang tercatat di BEI menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham bersangkutan. Dia menambahkan, pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

PROYEKSI KINERJA BPOM 2019

kiri ke kanan. Sekertaris Utama  BPOM Elin Herlina,  Ketua BPOM Penny. K. Lukito, Plt Deputi 4 BPOM  Hendri Siswadi, Inspektur…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

PEMENANG PROGRAM BERKAH EMAS

Group Head Pawning Mandiri Syariah Mahendra Nusanto (kanan) dan Region Head Jakarta Anton Sukarna menekan tombol untuk menentukan pemenang program…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…