Batam Culture Carnival, Gerbang Lebar untuk Wisman Singapura

Batam International Culture Carnival (BICC) 2018 diharapkan menjadi atraksi unggulan bagi pintu masuk wisatawan di Batam, Kepulauan Riau. Acara BICC sendiri dilaksanakan dari tanggal 8-9 Desember 2018.

"Ini event yang peluangnya berkembang besar. Kami tetapkan sebagai Calender of Event juga karena di sini ada kekuatan besarnya masuk wisatawan dari Singapura," ujar Ketua CoE Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Senin (10/12). Esthy mengatakan secara wilayah, Batam seksi bagi wisatawan mancanegara, di antaranya Singapura. Terlebih, wisatawan asal negara itu juga mencapai 70% masuk melalui Kepri.

Dia juga menjelaskan bahwa pasar Singapura memang sangat menggoda buat Indonesia. Estimasi jumlah orang asing yang masuk via bandara Singapura atau Hub Singapura selama 12 bulan terakhir mencapai 12 juta pax. "Sementara wisman ke Indonesia yang transit di bandara Singapura jumlahnya tidak sampai 700 ribu. Artinya, peluang kita untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih terbuka luas," kata dia.

Mempersiapkan Kurator

Esthy menambahkan, transportation hub adalah bagian dari tourism hub. Dengan demikian, orang yang datang di Singapura bisa dialirkan ke Indonesia, sehingga tak melihat Singapura sebagai pesaing. Tak hanya itu, dia juga sudah mempersiapkan enam kurator untuk 2019. Tugasnya, menentukan acara itu layak atau tidak.

Salah satu kurator, Dynand Fariz mengatakan Kepri memiliki lokasi strategis bagi pintu masuk pariwisata. "Saya berharap BICC harus memiliki waktu yang pasti, agenda yang valid di tahun selanjutnya. Karena itu akan memudahkan wisatawan untuk datang ke Carnival karena sudah memiliki agenda yang pasti," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan ada tiga elemen penting dalam pengembangan pariwisata. Ada aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. "Event terselenggara baik karena dukungan aksesibilitas berupa jalan. Semakin lebar jalan, mobilitas pengunjung akan bagus. Dan, infrastruktur akan terus dikembangkan hingga 2025," tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam Calender of Event di semua daerah. Dia menegaskan satu acara harus dibuat dengan standar internasional.

"Selain tim promosi bakal mudah mempromosikannya, wisatawan juga bisa mengagendakan kedatangannya dengan baik ke event tersebut. Sukses untuk Batam Internasional Culture Carnival 2018," katanya.

BERITA TERKAIT

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

Bandara Soetta Siapkan 10 TPS untuk Wisatawan

Pemilu 2019 akan dilangsungkan pada Rabu (17/4). Momen ini merupakan ajang yang ditunggu oleh sebagian besar rakyat Indonesia, meskipun beririsan…

INDI 4.0 Untuk Ukur Kesiapan Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Memasuki satu tahun implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah melaksanakan beberapa agenda yang tertuang dalam…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…