Tahun Depan, Asuransi Bintang Bidik Premi Tumbuh 25% - Perkuat Bisnis Unit Link

NERACA

Jakarta – Memanfaatkan penetrasi asuransi yang masih rendah di Indonesia, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menaruh asa di tahun depan bisa memacu pertumbuhan bisnisnya lebih agresif lagi. Merilis lebih banyak produk unit link, perseroan menargetkan pertumbuhan premi sebesar 25% dari target tahun ini. “Kita optimis target premi tahun depan tumbuh 25% bisa tercapai,”kata Presiden Direktur Asuransi Bintang, Hastanto Sri Margi Widodo di Jakarta, kemarin.

Sampai dengan Oktober 2018, perseroan mencatatkan laba sebelum pajak mengalami penurunan 41,94% menjadi Rp6,12 miliar. Sebelumnya, pada periode sama tahun lalu, laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp10,54 miliar. Penurunan laba, kata Hastanto, disebabkan beberapa hal, seperti klaim, penurunan investasi dan beban usaha yang meningkat.”Hal tersebut otomatis membuat laba kita menurun," ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk klaim sendiri perusahaan selalu memenuhi komitmennya dalam proses pencairan klaim. Bahkan perusahaan untuk kasus gempa di Palu dan Lombok melakukan pencairan klaim lebih awal. Hal itu dilakukan demi membantu korban dan juga meringankan beban korban. "Di Palu kita bayar klaim Rp70 miliar. Sedangkan di Lombok Rp11 miliar," jelasnya.

Sementara untuk investasi, dia mengungkapkan penurunan terjadi seiring selisih penilaian properti investasi yang lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Sekedar informasi, hasil investasi sampai Oktober 2018 turun sebesar Rp19,13 miliar, atau 67,24% dibandingkan 2017. Tahun ini, ASBI mengincar pertumbuhan premi bruto 29%, dengan membidik pencapaian premi bruto sebesar Rp 405 miliar. Sementara laba bersih perusahaan ditargetkan mencapai Rp 10,3 miliar.

Perseroan memproyeksikan hingga akhir tahun 2018, produksi premi bruto tumbuh menjadi sebesar Rp 411 miliar atau tumbuh sebesar 4.34%. Sementara hasil underwriting diperkirakan akan mencapai Rp 139,85 miliar meningkat 23.64%. Hasil investasi sebesar Rp 12,10 miliar, beban usaha sebesar Rp 146,32 miliar dan laba bersih sebesar Rp 7.18 miliar. Kemudian ekuitas perusahaan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 274,58 miliar.

Kata Hastanto, dengan ekuitas yang sudah di atas Rp 250 miliar, perusahaan sudah dapat mengembangkan produk-produk tertentu seperti unit link. Untuk itu, perusahaan sudah berhasil menyelesaikan seluruh hal yang diperlukan untuk dapat memasarkan produk tersebut. Baik dari sisi produk, sistem informasi pengelolaan dana kelolaan dan pencatatan, cara memasarkan serta kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Seperti diketahui, fokus usaha asuransi ASBI adalah memberikan perlindungan terhadap resiko kerugian lewat berbagai produk pertanggungan dari asuransi personal, asuransi bisnis, asuransi kesehatan dan asuransi syariah. Produk asuransi personal berupa asuransi kecelakaan diri, asuransi mobil dan asuransi rumah tinggal. Sedangkan produk asuransi bisnis adalah asuransi kebakaran dan harta benda, asuransi kecelakaan diri, asuransi pengangkutan, asuransi rekayasa, asuransi terorisme dan sabotase serta asuransi kendaraan bermotor.

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Kinerja BUMN dalam 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK

  Oleh:  Aditya Ihsan, Pemerhati Kebijakan Publik Salah satu urusan pemerintahan yang harus diselenggarakan oleh Presiden RI Jokowi yakni bidang…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…