Rusun Berbasis TOD Bantu Warga Komuter Perkotaan

Rusun Berbasis TOD Bantu Warga Komuter Perkotaan

NERACA

Jakarta - Rumah susun (Rusun) berbasis "Transit Oriented Development" (TOD) atau yang dibangun di dekat transportasi publik akan sangat membantu bagi warga yang biasa melakukan perjalanan komuter di daerah perkotaan.

"Rusun berbasis TOD yang sebagian besar diperuntukan bagi para pekerja golongan MBR di wilayah perkotaan memberikan nilai efisiensi sangat tinggi karena lokasinya dekat dengan transportasi publik, khususnya kereta commuter yang melayani sistem metropolitan Jabodetabek," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Selasa (11/12).

Apalagi, menurut dia, ukuran unit yang dibangun juga cukup ideal untuk hunian, serta berbagai menara yang dibangun biasanya ada alokasinya untuk MBR. Menteri PUPR mengemukakan hal tersebut setelah acara peletakan batu pertama Pembangunan Rusun Terintegrasi TOD di tiga stasiun kereta, Tangerang Selatan, Selasa (11/12).

Menurut Basuki, adanya program pembangunan rusun TOD tersebut juga dinilai akan meningkatkan capaian program Satu Juta Rumah.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengutarakan harapannya agar masyarakat penghuni rusun tersebut ke depannya juga akan memanfaatkan transportasi publik guna mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Dengan demikian maka pembangunan dan pennerapan Rusun terintegrasi berkonsep TOD itu juga akan mengurangi tingkat kemacetan dan polusi udara akibat banyaknya kendaraan pribadi.

Sedangkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pembangunan TOD yang integratif tersebut juga merupakan solusi terhadap permasalahan transportasi di Jabodetabek dan kota besar alinnya. Menhub mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pembenahan terhadap sejumlah stasiun.

Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan mengingat pembangunan rusun TOD itu juga berpotensi meningkatkan jumlah penumpang kereta komuter pada masa mendatang.

Sebagaimana dilaporkan, pembangunan Rusun TOD Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan dilakukan oleh Perum Perumnas di atas lahan seluas 24.626 meter persegi sebanyak 6 menara dengan total hunian sebanyak 3.632 unit.

Pada tahap pertama, rencananya akan dibangun sebanyak 3 menara terdiri dari 1.816 unit terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian non subsidi. Sebelumnya, juga telah dibangun beberapa hunian rusun dengan konsep TOD, antara lain di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dan Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Prabowo Salah Data Lagi, Warga Jawa Tengah Protes

Prabowo Salah Data Lagi, Warga Jawa Tengah Protes NERACA Jakarta - Sebagai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sering…

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Walikota "Jangan Biarkan" Jebolnya Tanggul Pondok Sukmajaya - Warga Depok Gelisah Terancam Banjir Bandang

Walikota "Jangan Biarkan" Jebolnya Tanggul Pondok Sukmajaya Warga Depok Gelisah Terancam Banjir Bandang NERACA Depok - ‎Kendati sudah dilaporkan dan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan

Pasar Properti Jakarta Menunggu Momentum Pemulihan NERACA Jakarta - Konsultan properti, Colliers International, menyatakan pasar properti yang terdapat di wilayah…

Hotel Indonesia Natour Kelola 12 Hotel Tambahan

Hotel Indonesia Natour Kelola 12 Hotel Tambahan NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) mulai awal tahun ini mengelola…

Perluas Ekspansi KPR, BRISyariah Gandeng Ciputra Group

Perluas Ekspansi KPR, BRISyariah Gandeng Ciputra Group NERACA Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah memperluas ekspansi kerjasamanya dengan…