Superkrane Datangkan Crane Super Jumbo - Bidik Pendapatan Rp 720 Miliar

NERACA

Jakarta - Emiten penyewa crane terbesar di Indonesia, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mendatangkan dua alat berat berukuran super jumbo merek Sany dari Tiongkok tipe crawler crane masing-masing berkapasitas angkut 650 ton dan 500 ton.

Kata Presiden Direktur PT Superkrane Mitra Utama Tbk, Yafin Tandiono Tan, aksi korporasi ini untuk mencapai target pendapatan 2019 yang dipatok Rp 720 miliar atau naik dari proyeksi hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 600 miliar.”Crawler crane 650 ton tersebut menjadi crane paling besar yang pernah dijual Sany ke Indonesia,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jika sebelumnya pembangunan banyak menggunakan crane kecil, sekarang ini perseroan tengah menyosialisasikan penggunaan crane besar, sehingga barang yang diangkat tidak perlu dipotong lebih kecil lagi. "Kegunaan crane besar jauh lebih efisien, serta aman (safety) dibandingkan crane kecil yang selama ini sering digunakan dengan kapasitas 50-100 ton," kata dia.

Sementara Direktur PT Superkrane Mitra Utama Tbk, Linayati mengatakan, crane super jombo ini segera disewakan untuk proyek PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) dengan kontrak 2-3 bulan senilai Rp 5 miliar. Selanjutnya, crane tersebut digunakan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung selama sembilan bulan di 2019.

Linayati mengatakan, populasi crane jumbo di Indonesia sangat kecil, sementara pasarnya masih sangat besar. Crawler crane berkapasitas besar dapat digunakan untuk pembangunan heavy plant untuk oil & gas, petrochemical plant dan power plant. Selain itu, pembangunan infrastruktur jembatan layang. Langkah perseroan menambah crane jumbo ini dalam rangka membidik pendapatan Rp 720 miliar pada 2019, atau meningkat dari 2018 sebesar Rp 600 miliar. Adapun hingga November 2018, perseroan sudah mengantongi pendapatan Rp 550 miliar.

Untuk laba bersih 2019, perseroan menargetkan sebesar Rp 150 miliar atau tumbuh dari prediksi akhir 2018 sebesar Rp 120 miliar. Sebagai gambaran, saat ini Superkrane memiliki crane berjenis mobile, rough terrain, cargo hingga crawler. Perinciannya, 143 unit crane berkapasitas angkut di bawah 100 ton, 25 unit crane berkapasitas 100-199 ton, dan 35 unit berkapasitas 200-750 ton, ditambah 2 unit crane Sany berkapasitas angkut 500 ton dan 650 ton.

Selain itu, Superkrane juga memiliki 91 unit scissor lifts dan man lifts. Adapun telehandlers, forklift, excavator, reachstacker sebanyak 18 unit serta 36 unit multi-axle. Dimana seluruh alat tersebut memiliki tingkat utilisasi sebesar 90% di tahun ini.

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Danai Untuk Modal Kerja - Asiaplast Beri Pinjaman TBE Rp 1,3 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten produsen plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) memberikan pinjaman kepada PT Tiga Berlian Electric (TBE) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…