Manjakan Investor Dorong Ekspor

Oleh: Sarwani

Kata ekspor sudah seperti mantra yang sering diucapkan untuk mengurai masalah kurangnya aliran dolar AS ke Tanah Air untuk membantu memperkuat cadangan devisa RI. Namun sayang kata tersebut kehilangan kekuatan magisnya justru karena ulah pemerintah sendiri yang dinilai kontraproduktif dan salah obat.

Keinginan menggenjot ekspor lebih banyak lagi bukan sekali dua kali digaungkan pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, menegaskan pentingnya meningkatkan ekspor untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah akan memberikan kemudahan bagi eksportir untuk menaikkan penjualannya ke luar negeri. Di sisi lain, dia juga menegaskan perlunya pengelolaan impor agar neraca transaksi berjalan bisa mengalami surplus.

Kebijakan yang ditempuh untuk mendorong ekspor adalah dengan meniadakan pungutan pajak terhadap sektor manufaktur yang memproses produknya untuk tujuan ekspor. Dihapuskannya pengenaan pajak ini agar timbul efek berantai dalam bentuk kenaikan investasi, ekspor, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fasilitas kemudahan fiskal tersebut diberikan untuk usaha yang bertempat di Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Pusat Logistik Berikat untuk memasok bahan baku kepada industri bertujuan ekspor. Di samping itu, untuk meningkatkan perdagangan luar negeri, Kemenkeu bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor lndonesia menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor dan jasa konsultansi bagi perusahaan bertujuan ekspor.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ekspor sekaligus meningkatkan keterampilan para pelaku usaha dalam melakukan perdagangan luar negeri. Jasa konsultasi akan diberikan tidak hanya kepada perusahaan besar dengan kemampuan akses pasar luar negeri yang baik dan modal yang besar, tetapi juga kepada perusahaan kecil dan menengah,dan diselaraskan dengan program pemerintah yang lain seperti Kredit Usaha Rakyat.

Sepintas kebijakan ini sangat pendukung peningkatan ekspor. Ada insentif fiskal yang ditawarkan, fasilitas pembiayaan yang kemungkinan akan sangat murah biaya dananya, jasa konsultasi, hingga sinkronisasi dengan kebijakan lain yang mendukung.

Namun data lain menunjukkan kondisi sebaliknya. Investasi asing belakangan malah turun sekitar 20 persen, realisasi investasi kurang dari 40 persen, kebijakan investasi yang berubah-ubah, indeks easy of doing business menurun, hingga tidak tepatnya strategi dagang yang disusun pemerintah.

Alih-alih ekspor meningkat, investor menunda realisasi penanaman modalnya, bahkan mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di Tanah Air. Sejumlah keunggulan yang dimiliki Indonesia seperti pasar yang besar dan upah buruh murah belum mampu menundukkan hati investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Apa saja sebenarnya yang diperlukan untuk mendorong ekspor? Apakah kebijakan selama ini sudah dapat menarik minat investor menanamkan modalnya? Bagaimana dengan insentif dan fasilitas yang diberikan, apakah mampu mendorong ekspor?

Selain insentif dan fasilitas, kebutuhan apa yang belum dipenuhi oleh pemerintah dalam mendorong ekspor? Apakah obat yang diberikan selama ini sudah tepat? Apakah penangangan ekspor ini sudah melibatkan banyak lembaga melalui koordinasi yang baik? (www.watyutink.com)

BERITA TERKAIT

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

BKPM Sambut Investor Asing Kapas Kosmetik dari Eropa

NERACA Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyambut baik atas info positif, akan masuknya sejumlah investor asing di sektor…

Komposisi Investor Asing di Pasar Tumbuh 52%

NERACA Solo – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan komposisi investor asing di pasar modal Indonesia meningkat karena membaiknya kepercayaan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Waspadai Upaya KKB Ganggu Kinerja Pemerintah di Papua

  Oleh:  Aditya Pratama, Mahasiswa Universitas Indonesia Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diperkirakan akan menjadi  penghambat bagi pembangunan di wilayah…

Vietnam Jadi Sorotan dalam Peta Wisata Kawasan

Oleh: Mohammad Anthoni Forum pariwisata negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Tourism Forum/ATF) tahun 2019 yang mengangkat tema "ASEAN - The Power…

Debat Capres Apa Masih Menarik?

Oleh: Sigit Pinardi Debat calon presiden-calon wakil presiden pertama dalam rangkaian Pemilihan Umum 2019 akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta,…