Bayar Utang, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,7 Triliun

Neraca

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal menerbitkan obligasi sekitar Rp 1,7 triliun pada 2013 mendatang. Rencananya, penggunaan dana obligasi tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang (refinancing).

Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah mengatakan, guna membayar utang yang jatuh tempo akan segera merilis penerbitan obligasi baru, “Ada utang jatuh tempo sebesar Rp 1,5 - Rp 1,7 triliun pada September 2013,” katanya di Jakarta, Rabu (7/3).

Asal tahu saja, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun pada 2012 atau meningkat sekitar 11,1% dari proyeksi pendapatan perseroan di akhir tahun 2011 yang diperkirakan mencapai Rp 4,9 triliun. Sementara untuk belanja modal konsolidasi dianggarkan sebesar Rp 7,7 triliun. Nantinya, sumber dana capex berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.

Dari anggaran tersebut, perseroan hanya mengambil Rp 1,4 triliun untuk peningkatan kapasitas dan perawatan rutin. "Sisanya sekitar Rp 6,3 triliun akan digunakan untuk konstruksi pada anak usaha kami karena tujuan pada 2012-2013 merupakan tahun konstruksi, di mana ada 10 ruas jalan tol dalam tahap pembangunan," ujarnya.

Sementara pesaingnya, PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) sudah sesumbar bakal menerbitkan obligasi dengan nilai maksimum Rp 1,5 triliun pada semester I-2012. Perseroan kini tengah menggelar seleksi (beauty contest) untuk menentukan penjamin emisi atas surat utang tersebut.

Direktur Keuangan CMNP, Indrawan Sumantri menuturkan, penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk ekspansi tahun ini dengan tenor lima tahun.“Kita sudah lakukan seleksi beberapa underwriter (penjamin emisi). Satu pihak dapat terdiri dari tiga penjamin emisi. Kami akan pilih mana yang terbaik. Bagaimana kesanggupan mereka menyerap size obligasi nanti,”katanya.

Rencananya, dana obligasi sebagian besar digunakan untuk ekspansi, berupa akuisisi dua ruas tol baru di Jakarta. Perseroan kini tengah mengikuti proses due dilligence atas pembelian konsesi dua ruas tol tersebut. Dia melanjutkan, proses uji tuntas satu ruas tol telah tuntas. Satu lagi masih dalam proses akhir.

Selain akuisisi dua ruas tol, perseroan juga terlibat dalam pembangunan enam ruas tol dalam kota sepanjang 70 kilometer melalui konsorsium PT Jakarta Toll-road Development (JTD). Porsi kepemilikan saham perseroan di enam ruas tol ini terbilang minim.

Indrawan menjelaskan, penyelesaian proyek ini selesai dan beroperasi pada 2020 mendatang. Oleh karena itu, perseroan tengah mempersiapkan seluruh persayaratan untuk mengikuti tender. CMNP juga sudah menyiapkan belanja modal senilai Rp 550 miliar untuk tahun 2012, yang berasal dari kas internal. (bani)

Related posts