Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk mengembangkan usahanya.”BEI melihat ada peluang bagi pelaku industri di provinsi Papua untuk dapat memanfaatkan pendanaan dari pasar modal dalam rangka mendukung pertumbuhan usahanya," kata Kepala Kantor BEI Perwakilan Jayapura, Kresna Aditya Payokwa di Jayapura, kemarin.

Disampaikannya, industri di Provinsi Papua yang cukup potensial mengakses permodalan di pasar modal ada di sektor pariwisata, industri, pertanian dan perkebunan. Kendati demikian, diakuinya industri di Papua belum seperti di daerah lain, tetapi terus bertumbuh. Hal itu menunjukkan potensi perkembangan ekonomi yang cukup baik di Papua.

Oleh karena itu, dia berharap ke depannya motor penggerak pengembangan industri di daerah tidak hanya sebatas dari dana pemerintah, namun bisa juga diimbangi dengan investasi sektor swasta melalui pasar modal. Kresna pun menyerukan agar para pelaku dunia usaha di Papua tidak takut mengembangkan unit usahanya ke pasar yang lebih luas, atau "go public".

Pasar Modal Indonesia ditegaskannya bukan hanya merupakan akses yang tepat bagi para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan perusahaan, namun juga merupakan langkah tepat untuk menambah kepercayaan dari masyarakat luas dan meninggalkan kebanggaan bagi anak cucu.”Jangan menunggu besar untuk go public, tapi jadilah besar dengan go public,"tandasnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

INDUSTRI GITAR RUMAHAN TEMBUS MANCANEGARA

Perajin menyelesaikan proses pembuatan gitar di industri gitar rumahan Ari Arya, Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). Gitar listrik dan…

Perusahaan di Papua Didorong Go Public

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong perusahaan-perusahaan lokal di wilayahnya untuk dapat "go public" melalui kerja sama dengan PT Bursa Efek…

Dongkrak Kemampuan Mekanik di Era Revolusi Industri 4.0

Dongkrak Kemampuan Mekanik di Era Revolusi Industri 4.0 NERACA Jakarta - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali menggelar Kontes Mekanik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…