Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (11/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertahan di zona merah seiring minimnya sentimen positif. Dimana IHSG ditutup melemah 34,77 poin atau 0,57% ke level 6.076,59 saat bursa utama Asia lainnya bergerak mixed alias variatif.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore kebanyakan masih berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan terdalam industri dasar mencapai 2.76% diikuti kejatuhan infrastruktur sebesar 1.14%. Sedangkan penguatan dicetak oleh sektor perkebunan dengan tambahan 0,57% dan pertambangan naik 0,56%. Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,59 triliun dengan 10,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,00 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,35 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,34 triliun.

Tercatat sebesar 184 saham menguat, 250 saham melemah dan 125 saham stagnan. Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik Rp100 menjadi Rp2.200, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) bertambah Rp55 ke posisi Rp1.535 dan PT Arthavest Tbk (ARTA) meningkat Rp52 menjadi Rp458. Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.750 menjadi Rp81.050, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menyusut Rp70 ke level Rp1.940 serta PT Indospring Tbk. (INDS) berkurang Rp70 menjadi Rp2.340.

Di sisi lain, pasar saham Asia hingga sesi sore diperdagangkan mixed mengiringi kenaikan tipis Wall Street sebelumnya. Pasar saham daratan China, kembali mencetak keuntungan untuk menutup sesi perdagangan, Selasa dipimpin lonjakan Komposit Shanghai mencapai 0,37% ke level 2.594,09. Sementara komposit Shenzhen lebih tinggi 0,853% untuk menyelesaikan sesi perdagangan pada posisi 1.343,90. Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami pemulihan untuk ditutup sedikit lebih tinggi pada 25.771,67 atau sekitar 0,07%.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 16,01 poin atau 0,26% menjadi 6.095,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,99 poin atau 0,41% menjadi 970,99.”Masih adanya aksi jual membuat laju IHSG melanjutkan pelemahan," kata analis CSA Research Institute, Reza Priyambada.

Menurut dia, pelemahan IHSG terimbas oleh pergerakan bursa saham di kawasan Asia, yang akhirnya memicu aksi jual saham, terutama investor asing. Dia menambahkan, kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS yang juga diiringi dengan pelemahan di pasar obligasi turut menjadi faktor penekan IHSG.

Sementara research department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan tekanan yang datang dari global diharapkan hanya sementara mengingat fundamental ekonomi nasional masih cukup baik.”Tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia seiring fundamental ekonomi kita yang masih baik, sehingga tekanan di pasar diharapkan sementara,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Pabrik di Pati Dilalap Api - Garudafood Belum Taksir Nilai Kerugian

NERACA Jakarta – Musibah kebakaran yang terjadi di area gudang bahan kemasan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di…

Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa…

Gubernur Jabar Dorong Pemberangkatan Haji dari Bandara Kertajati

Gubernur Jabar Dorong Pemberangkatan Haji dari Bandara Kertajati NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…