SMI Bakal Rilis Sekuritisasi Aset di 2019 - Butuh Dana Rp 8 Triliun

NERACA

Jakarta – Danai pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan instrumen pendanaan berupa sekuritisasi aset pada paruh kedua tahun 2019. Sekuritisasi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kredit infrastruktur perseroan. "Asetnya nanti kredit kami dan bentuknya KIK EBA. Sekuritisasi ini kami terbitkan untuk memenuhi produk saja karena selama ini kami hanya obligasi,”kata Direktur Pembiayaan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur, Edwin Syahruzad di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, besaran dari dana yang diincar melalui sekuritisasi tersebut masih dimatangkan. Pasalnya, perseroan perlu mempertimbangkan kebutuhan pada tahun depan. Tahun depan, diperkirakan kebutuhan kredit mencapai Rp 8 triliun. Adapun, total kredit yang telah disalurkan perseroan pada tahun ini di kisaran Rp12 triliun hingga Rp13 triliun.

Dari kebutuhan Rp8 triliun tahun depan, jelasnya, perseroan telah memiliki dana tunai yang cukup. Hanya saja, SMI masih berlu mengalokasikan dana siaga untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan kredit mendesak.”Kebutuhan sudah aman, tapi kami juga harus tetap memiliki dana siaga. Kenapa memilih sekuritisasi, karena kami ingin diversifikasi. Sekuritisasi adalah pendalaman pasar obligasi yang konteksnya likuiditas," jelas Edwin.

Jika terealisasi, ini adalah sekuritisasi pertama yang dilakukan oleh SMI. Sekuritisasi akan menguatkan modal perseroan sehingga ketersediaan dana untuk penyaluran kredit meningkat. Selain sekuritisasi, perusahaan tersebut juga menyiapkan obligasi hijau alias green bond pada tahun depan. Ini merupakan green bond lanjutan setelah yang pertama kali diterbitkan oleh perseroan pada Juli lalu.

Edwin mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menerbitkan green bond lanjutan mengingat dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) masih tersedia Rp2,5 triliun. Dimana dari Rp3 triliun baru dipakai Rp500 miliar. Terkait dengan nilai yang akan diterbitkan, menurutnya akan tergantung dari dua hal, yakni kondisi pasar dan kebutuhan perseroan. Adapun mengenai waktu menurutnya cukup kondisional. "Kalau market oke, proyek kita ada, ekonomi kondusif, kapanpun bisa diterbitkan,”tandasnya.

SMI menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerbitkan green bond. Ini merupakan bagian dari PUB Green Bond senilai Rp3 triliun dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar pada Tahap I Tahun 2018. Center for International Climate Research-Oslo (“CICERO”) yang merupakan ahli lingkungan terkemuka di dunia telah memberikan opini “Medium Green” kepada PT SMI.

Melalui green bond, SMI beserta investor mendukung terwujudnya keberlangsungan pembangunan di muka bumi dan PT SMI akan mengalokasikan hasil penerbitan Green Bond untuk membiayai beragam sektor. Diantaranya sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air bersih. SMI juga memiliki upaya lainnya dalam mendukung SDG melalui program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan membentuk divisi khusus.

BERITA TERKAIT

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendampingi Provinsi Sumsel…

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Kembali Bersatu Wujudkan Kemajuan Bangsa Pasca Pemilu 2019

  Oleh: Hari Sanyoto, Alumni Universitas Gunadarma Depok   Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebelum digelarnya Pemilihan Umum 2019 kemarin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…