BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya masuk dalam pengawasan atau unusual market activity (UMA) karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran.

Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, suspensi dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham KONI. “Maka dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham KONI pada perdagangan tanggal 11 Desember 2018,"jelasnya.

Penghentian sementara perdagangan saham KONI ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuan suspend adalah untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada di setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KONI. Pada perdagangan kemarin, harga saham KONI naik 28,71% ke level 430 per saham. Setelah menyentuh level terendah sejak Oktober 2014 yang terjadi pada 22 November, harga saham KONI melonjak.

Pada 22 November lalu, harga saham KONI berada di Rp 112 per saham. Hampir tiga pekan, harga saham KONI melaju 283,93%. BEI memasukkan saham KONI dalam kategori unusual market activity pada Kamis pekan lalu. Selain itu, BEI juga kembali membuka perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) pada perdagangan Selasa (11/12) setelah disuspensi sehari.

Kata Lidia, suspensi atas perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 11 Desember 2018. BEI kemarin menghentikan sementara perdagangan saham SQMI setelah lonjakan harga yang signifikan. Jumat pekan lalu, harga saham Renuka Coalindo melonjak 24,60% ke Rp 785 per saham. Ini adalah level tertinggi saham SQMI sejak Juni 2017. Dalam 1,5 pekan, harga saham SQMI melonjak 315%.

BERITA TERKAIT

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…