SOTS Siapkan Investasi Rp 250 Miliar - Ekspansi di Timur Indonesia

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis properti lebih agresif lagi di tahun depan, PT Satria Mega Kencana (SOTS) memiliki rencana ekspansi jangka panjang di bisnis hotel dan real estate kawasan timur Indonesia. “Tahun 2019 rencananya akan ada pengembangan tiga hotel yakni satu hotel di Seminyak, Bali dan sisanya di Jakarta. Satu hotel baru yang akan kami harap akan berkapasitas kurang lebih 120 kamar. Namun kedepan rencana besar kami adalah membangun kawasan pariwisata di kawasan timur Indonesia yakni di Labuan Bajo, Ende dan Sumba Timur,” kata Herman Herry Adranacus, Komisaris Utama SOTS di Jakarta, kemarin.

Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, perseroan mulai sibuk mencari pendanaan untuk ekspansi bisnisnya. Untuk pengembangan di Jakarta dan Bali, pihaknya menyiapkan dana kurang lebih sebesar Rp 190 miliar yang pendanaannya didapatkan dari IPO sebesar Rp 66 miliar. Sisanya akan dambil dari fasilitas pinjaman bank.

Pada tahun 2020, Satria Mega Kencana akan melakukan ekspansi di Indonesia Timur dengan perkiraan nilai investasi Rp 210 miliar sampai Rp 250 miliar. Nantinya total kamar yang akan dihadirkan sebanyak 300 kamar. “Dikawasan Labuan Bajo kami buat kawasan terpadu seluas 30 hektare, untuk Sumba sebesar 150 hektare, Ende hanya sekitar 1,5 hektare. Total landbank kami 300 hektare yang akan dilakukan pengembangan. Tanahnya kami sudah miiki,” ujar Herman.

Sekadar informasi, berdasarkan laporan keuangan per Mei 2018 pendapatan perusahaan properti ini mencapai Rp 6,94 miliar atau tumbuh 45,49% secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 4,77 miiliar. Kendati demikian, SOTS masih mencatatkan rugi bersih di periode ini sebesar Rp 10,59 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar rugi Rp 1,74 miliar. Pada debut perdananya di pasar modal, Saham SOTS dibuka resmi dan langsung melonjak 69,70% ke level Rp 290 per saham. Saham yang dilepas sebanyak 400 juta saham atau 40% dari modal disetor. Lewat aksi korporasi ini, Satria Mega meraup dana Rp 66 miliar.

SOTS menetapkan harga saham perdana di level Rp 165 per saham. Dalam rangka listing ini, PT UOB Kay Hian Sekuritas didapuk sebagai penjamin pelaksana emisi atau underwriter. Saham ini pun tercatat cukup diminati dengan permintaan saham mengalami oversubscribed lebih dari 5,06 kali dan terhadap pooling 407,66 kali dari 400 juta jumlah saham yang di tawarkan, dengan jumlah permintaan sebanyak 2,03 miliar.

Ivo Wongkaren, Direktur Utama SOTS mengatakan, seluruh dana IPO akan digunakan untuk melakukan akuisisi atas tanah di Jakarta seluas 501 meter persegi guna mengakusisi Hotel Sotis Penjernihan. "Diharapkan dalam dua tahun ke depan kami dapat menambah dua hotel baru. Salah satunya dari dana IPO," ujar Ivo.

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 200 juta lembar. Setiap investor yang membeli 2 saham baru akan berhak untuk 1 waran. Setiap 1 waran akan berhak untuk membeli 1 saham baru perseroan di harga Rp600. Jangka waktu pelaksanaan waran seri I ini adalah mulai 6 bulan sejak tanggal pencatatan waran seri I di Bursa Efek Indonesia sampai dengan 1 hari bursa sebelum ulang tahun ke-5 pencatatan waran seri I tersebut. Bila terlaksana seluruhnya, saham hasil konversi waran ini akan setara 16,67% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

BERITA TERKAIT

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun NERACA Jakarta - Meningkatnya kesuksesan penjualan hingga 30% di tahun 2018 membuat Infinix…

Kemudahan Berinvestasi Diharap Tingkatkan Investasi

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan kemudahan perizinan yang diberikan melalui sistem…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…