Perlu Standarisasi Halal Internasional

Oleh : Agus Yuliawan

Pemerhati Ekonomi Syariah

Perlu dan tidaknya standarisasi halal internasional sudah lama dibicarakan oleh berbagai pihak, hal ini tidak lepas dari beragam kendala - kendala yang dimliki oleh berbagai negara, karena persoalan legal halal tersebut? Disinilah peran organisasi negara-negara Muslim (OKI) untuk berbuat sesuatu, untuk merumuskan sebuah standarisasi halal internasional tersebut.

Perlu diakui, standarisasi produk halal, kini sangat dibutuhkan oleh berbagai negara untuk masuk ke negara lain. Seperti halnya Jepang dan Korea Selatan, dua negara tersebut sangat getol datang ke Indonesia untuk mengajukan sertifikasi halal terhadap produk -produk pangan, minuman, obat-obatan dan kosmetika yang dimilikinya. Mereka memerlukan sertifikasi halal dari Indonesia tersebut, karena ada keinginan ekspansi dari produknya, untuk membanjiri pasar potensial di Indonesia.

Dalam pengajuan sertifikasi halal, tak semua persyaratan - persyaratan bisa dipenuhi oleh perusahaan - perusahaan luar negeri tersebut, sehingga hal ini seringkali menjadikan ketidak lancaran dalam berbisnis. Kebijakan - kebijakan regulator dalam hal ini LPPOM - MUI tak mudah untuk dipenuhi oleh para perusahaan luar negeri. Disinilah seringkali menjadi permasalahan para importir luar negeri yang ingin mendatangkan barang - barang dari luar negeri.

Hal yang serupa--juga dialami oleh produk - produk Indonesia, meskipun produk Indonesia sudah memiliki lisensi halal di dalam negeri, tetapi tak begitu dengan mudah lisensi halal Indonesia bisa diterima di negara Timur Tengah, Eropa Timur dll. Hal ini dikarenakan ada standar legal sendiri terkait lisensi halal oleh masing-masing negara. Dampak dari realitas ini menjadikan banyak produk halal UMKM Indonesia harus membuang mimpi untuk bisa go international.

Untuk menjembatani itu semua diperlukan harmonisasi legal dalam membuat kebijakan tentang standarisasi halal yang mampu menjadikan pegangan bagi masyarakat internasional. OKI sebagai organisasi negara-negara Muslim harus merumuskan bersama dan dijadikan sebuah deklarasi bersama. Dengan adanya sertifikasi halal Internasional yang menjadikan kesepakatan OKI akan mendorong peran komunitas Islam Internasioal dalam mewujudkan kepedulian tentang perlindungan konsumen .

Mengapa demikian? Aspek kehalalan dalam produk pangan, minuman, obat-obatan dan kosmetika bukan sekedar bahwa produk tersebut tercampur dengan najis atau lemak babi saja yang dianggap haram. Akan tetapi, kehalalan juga menyentuh kepada aspek kesehatan terhadap diri manusia ketika mengkonsumsi produk tersebut. Dengan demikian sertifikasi halal memiliki dimensi yang sangat luas dan jangka panjang dalam menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Untuk itu dalam rangka mendorong Islam rahmatan lil alamin sangat penting tatanaan kehidupan yang berkemajuan secara luas. Sertifikasi halal internasional merupakan harapan baru bagi bangsa-bangsa dunia untuk berinteraksi dalam bermuamalah secara halalan thoyiban. Apalagi di tengah populasi umat Islam yang tumbuh besar dewasa ini, maka sertifikasi halal internasional tak bisa ditunda lagi.

BERITA TERKAIT

Presiden Terpilih Dinilai Perlu Revisi Kebijakan Perdagangan

NERACA Jakarta – Pemilihan umum serentak baru saja usai dan kini rakyat Indonesia sedang menunggu hasilnya karena penghitungan suara sedang…

LIPI: Konservasi Lingkungan Perlu Komitmen dan Penegakan Hukum

LIPI: Konservasi Lingkungan Perlu Komitmen dan Penegakan Hukum NERACA Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuturkan konservasi lingkungan memerlukan…

Pebisnis Muda Pertanian Perlu Kreatif dan Inovatif

NERACA Jakarta – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono mengatakan wirausahawan muda…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Hasil Ekspor untuk Biayai Investasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Pikiran besar yang sudah lama disampaikan oleh Stiglitz mengenai perlunya melakukan reformasi…

Siap Menang, Tidak Siap Kalah

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo    Proses panjang hajatan pesta demokrasi telah usai…

Bangun Karakter di Keuangan Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi SyariahMeski sudah berjalan selama dua dekade lebih keberadaan dari praktik lembaga keuangan syariah (LKS),…