URBN Bidik Pendapatan Rp 400 Miliar di 2019 - Garap Empat Proyek TOD

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mengincar pendapatan tahun depan sebesar Rp400 miliar dengan laba bersih Rp120 miliar. Perusahaan optimistis mencapai target tersebut didukung proyek light rapid transit (LRT).

Direktur Urban Jakarta Propertindo, Tri Rachman Batara mengatakan, target laba bersih tahun depan itu melesat dari tahun ini yang sebesar Rp34 miliar. Pembangunan empat proyek menjadi andalan perusahaan yakni Gateway Park, Urban Signature, Urban Sky dan Urban Suites. "Kami proses pembangunan empat proyek. Itu dijual tahun depan, barangnya sudah kelihatan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Tri Rachman menjelaskan, perusahaan berharap pembangunan LRT juga semakin kelihatan. Sehingga, masyarakat semakin yakin ini sebagai jawaban dan melakukan pembelian. Sementara itu, marketing sales tahun depan ditargetkan 70%-80% dari pendapatan Rp400 miliar. Angka itu dihitung dari adanya Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti di proyek Gateway Park dan Urban Signature. "Sehingga ada tagihan disitu. Kami harap sesuai progress pembangunan, kalau belum 20% belum bisa bukukan apa-apa," katanya.

Adapun pendapatan Urban Jakarta semester I/2018 sebesar Rp52,4 miliar, meningkat mencapai 44% dibanding periode yang sama 2017. Peningkatan ini karena perusahaan telah menjual apartemen Lot 1 di proyek Gateway Park, dimana pada 2017 baru menjual Ruko di proyek Gateway Park. Marjin laba bersih perusahaan pada semester I/2018 sebesar 33,72%, meningkat dibanding semester sebelumnya 28,36%. Hal ini dikarenakan peningkatan laba bersih yang bersumber dari kenaikan pendapatan.

Selain itu, aset lancar pada semester pertama 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp17,3 miliar atau setara dengan 1,69% dibanding dengan semester sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan pada aset real estat sebesar Rp162,31 miliar atau sebesar 43,09%, sejalan dengan terlaksananya pembangunan proyek yang dimiliki oleh perusahaan.

Sementara komisaris independen URBN, Dyah Tjahjani Saraswati mengatakan bahwa properti konsep TOD adalah pilihan cerdas bagi masyarakat urban dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya untuk wilayah Jakarta. "Kami akan selalu berusaha meningkatkan kinerja, bukan hanya meningkatkan nilai investasi tetapi juga menaikkan kinerja sektor properti," ungkap dia.

Saat ini, URBN tengah membangun empat proyek TOD pada lintasan jaringan LRT Jabodetabek dengan nilai sekitar Rp 10,2 triliun selama kurang lebih 5 tahun. Dua di antaranya merupakan kerja sama operasi dengan Adhi Commuter Properti yaitu gateway park senilai Rp 3,7 triliun dan urban signature senilai Rp 3,77 triliun. Sementara dua proyek lainnya, dikembangkan oleh URBN sendir yang antara lain Urban Sky senilai Rp 1,41 triliun dan Urban Suites senilai Rp 1,58 triliun.

Dalam pencatatan saham perdananya, emiten properti ini melepas 360,0 juta saham atau setara 11,24% dari modal disetor. Harga penawaran saham perdana URBN adalah Rp 1.200 per saham dengan perolehan dana segar sebesar Rp 430 miliar. Secara bersamaan, URBN juga menerbitkan 504,0 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak 19,68% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebangai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatatahan.

Seluruh dana yang diperoleh nantinya akan dipergunakan sekitar 51% untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek, sekitar 31% untuk belanja modal dan pengembangan serta sisa 18% untuk modal kerja perseroan.

BERITA TERKAIT

Empat Prioritas Kemenperin di 2019 - Pembangunan Kualitas SDM Industri Menjadi Fokus Pemerintah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengejar empat program kerja prioritas di tahun 2019. Keempat program tersebut merupakan langkah strategis…

Didistribusikan, 20 Juta Ayam-Itik Ke 400 Keluarga Miskin

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada tahun 2019 ini kembali memfokuskan upaya pengentasan kemiskinan…

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti empat hal terkait…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…