Dahlan Minta Jasa Marga Bangun Tol 1.000 KM

NERACA

Jakarta –--Pemerintah memintah PT Jasa Marga harus terus berusaha mengembangkan dan meningkatkan kapasitas jalan tol yang dioperasikan dari 545 km menjadi 1.000 km dalam beberapa tahun ke depan. Karena Jasa Marga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya jalan tol. “Cara-cara persuasif untuk menggolkan pembangunan jalan tol seperti di Seoul itu, yang dilakukan Walikotanya, Lee Myung Bak harus menjadi motivasi bagi jajaran Jasa Marga dalam membangun jalan tol,” kata Menneg BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,7/3

Menurut Dahlan, dia terkesan dengan kegigihan Walikota Seoul Lee Myung-bak ketika menyampaikan pentingnya jalan tol di ibukota Korea Selatan itu. “Setelah saya telusuri, ternyata sang walikota itu (Lee Myung Bak) pernah menjadi kepala proyek pembangunan jalan tol Jagorawi sekitar 30 tahun lalu,” tambahnya

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman, kemampuan Jasa Marga dalam mengembangkan Perusahaan ini juga tak lepas dari kebijakan Pemerintah yang telah melakukan perubahan peran Jasa Marga dalam industri jalan tol di Tanah Air. “Bila sebelum 2004, Jasa Marga berperan sebagai operator dan otorisator, maka sejak terbitnya UU No. 38/2004 tentang Jalan, Jasa Marga hanya berperan sebagai pengembang dan operator jalan tol saja,” tutur Aditya.

Untuk memperkuat struktur permodalan guna mengembangkan Perusahaan, Pada tanggal 12 November 2007, Jasa Marga telah melepaskan 30% kepemilikan sahamnya kepada publik dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia yang menjadikan Jasa Marga sebagai perusahaan terbuka.

Pada awal berdirinya, volume kendaraan yang melintas di jalan tol milik Jasa Marga cuma 1,5 juta kendaraan dengan pendapatan usaha Rp 485 juta. “Setelah 34 tahun usia Jasa Marga, pendapatan usaha Jasa Marga diperkirakan dapat mencapai Rp 4,9 triliun atau meningkat sekitar 13% daripada tahun 2010. Sedang volume transaksi pada tahun 2011 diperkirakan dapat menembus angka 1 (satu) miliar kendaraan atau meningkat sekitar 13% daripada tahun 2010,” ujarnya

Aditya menambahkan dalam lima tahun terakhir ini kinerja perusahaan menunjukkan peningkatan yang konsisten. Hal tersebut menunjukkan bahwa Jasa Marga memiliki prospek usaha yang baik. Kontribusi kepada Pemerintah berupa dividen dan pajak setiap tahunnya juga mengalami peningkatan.

Untuk mengembangkan perusahaan, Jasa Marga juga telah melakukan berbagai strategi guna menambah panjang jalan tol baru. Selain mengikuti tender yang diselenggarakan pemerintah, strategi yang dilakukan adalah dengan mengakuisisi jalan tol prospektif yang investornya memiliki kendala finansial dalam membangun jalan tol tersebut. “Bahkan kami pun menjadi pemrakarsa untuk membangun ruas tol baru yang belum ada di dalam Master Plan Jaringan Jalan Nasional, yang telah dibuktikan di Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa,” katanya. **agus

Related posts