Taiwan Dukung Pertumbuhan Industri Non Migas Indonesia

HL6-4

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menargetkan pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada tahun 2018 sebesar 5,6 persen. Salah satu langkah strategis yang perlu diambil untuk mencapai target tersebut adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) menggandeng LPK Teknik Formosa, untuk memberikan pelatihan bagi 100 orang guru SMK di Indonesia.

Diharapkan, guru-guru SMK ini dapat menurunkan ilmu yang mereka terima dalam pelatihan tersebut. “Masih banyak SDM di Indonesia yang tidak bisa menghandle mesin CNC. Karena itu kami memberikan pelatihan khusus mesin CNC bagi guru-guru SMK di Indonesia, agar para guru ini dapat menurunkan ilmu yang mereka terima kepada murid-muridnya,” ujar Yakobus selaku Principal LPK Teknik Formosa, seperti dikutip dalam keterangannya, kemarin.

Workshop yang diadakan di booth Taiwan Smart Machinery, pada perhelatan Manufacturing Indonesia 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta tersebut juga turut dihadiri oleh para peserta Pelatihan Formosa Teknologi Sentral, yang diadakan oleh LPK Teknik Formosa. Pelatihan Formosa Teknologi Sentral merupakan program yang dimiliki Kementerian Perindustrian, yang mendapat dukungan teknologi dari Taiwan. Pemerintah kemudian mengirim 100 guru SMK untuk dilatih oleh LPK Teknik Formosa selama 1 bulan, dan dibagi dalam 4 batch,” imbuh Yakobus.

Taiwan sendiri memiliki keunggulan sebagai produsen industri alat mesin terbaik di dunia, sekaligus menempati posisi kedua dalam produksi alat mesin tertinggi per kapita dunia. Keungulan-keunggulan yang dimilikinya ini menjadikan Taiwan sebagai salah satu pemasok utama dari peralatan mesin di pasar Indonesia.

BERITA TERKAIT

Dukung Pertumbuhan IPO - Lagi, EY Gelar IPO Masterclass Bagi Direksi

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal di dalam negeri, Ernst & Young Indonesia (EY) berkomitmen kuat untuk turut…

Pertumbuhan Lambat Perbankan Syariah Di Kalbar

  NERACA Pontianak – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, Mochamad Riezky F Purnomo, mengatakan pertumbuhan perbankan syariah…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…